Pak Wahyu Yth.,

    Kalau saya jadi Capres/Cawapres, saya pasti menelusuri
sumbangan-sumbangan yg menjadi dana kampanye saya...Kok tiba2 saya
merasa spt Capres benaran yah :-) Intinya Pak, saya tidak menerima
kalau Pak Amien (dan Capres/Cawapres lainnya) berdalih khilaf krn
tidak menelusuri dana kampanye...Kenapa? Karena, menurut saya,
penelusuran itu bukan sesuatu hal yg merepotkan!! Kalau memang Pak
Amien Rais konsisten dgn pengentasan praktik korupsi...Analoginya,
bila kita naik angkot & hendak membayar ongkos, masa kita tidak tahu
asal-usul uang yg akan kita gunakan utk membayar ongkos? Nahhh, itu
untuk urusan naik angkot...Perkara Pak Amien Rais, tentu saja lebih
besar, notabene MENUJU PRESIDEN! Masa Beliau  & tim suksesnya tidak
bisa menelusuri asal-usul dana kampanyenya (baca:ONGKOS)sendiri?

Kalau semua politisi Indonesia spt itu, APA KATA DUNIA????
Buat apa menjadi politisi berani (dalam istilah Jimi Hendrix, BOLD AS
LOVE) kalau tindakannya salah?!!!

Pak Amien berani atas ketidakjujurannya! Ia jujur atas
ketidakjujurannya!!!

Paradoks bukan?! Jujur saja, saya tidak mengapresiasi pengakuan Pak
Amien Rais spt org lain yg terkagum-kagum atas sikapnya yg BERANI
JUJUR ATAS HAL KETIDAKJUJURAN..Tentunya, ketidakjujuran itu masih
dalam kerangka asas praduga tak bersalah yah Pak, biar kelihatan bijak
saja :-)

Salam,

Patrick Hutapea


--- In [email protected], Wahyu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> IMHO, sebagian cawapres, termasuk pak Amien Rais, tidak mengetahui bahwa
> dana dari pak Rohmin tsb adalah dana non budgeter atau dana hasil
korupsi,
> karena notabene yg mengurus masalah tsb adalah tim sukses pilpres,
bukan pak
> Amien langsung. Mungkin beliau percaya saja kalau dana dari pak RD
adalah
> bersih karena melihat track record pak RD selama ini.
> Jadi kesalahan pak Amien dan tim suksesnya adalah tidak menelusuri
sumber
> dana tsb apakah dari uang haram atau halal.
> Tapi saya rasa dalam budaya kita saat ini hal tsb adalah jamak
(jamak disini
> bukan berarti benar), coba anda dalam posisi cawapres, apakah anda mau
> repot2 menelusuri sumber dana yg dihasihkan ke anda secara gratis?
Toh kalo
> nanti ketahuan tinggal nggak usah ngaku saja. semua beres.
>
> Namun demikian, pak Amien sadar betul risiko menjadi seorang politisi.
> walaupun beliau sudah melangkah dg niat baik dan berhati-hati ketika ada
> masalah dengan berani dia mengakuinya. karena dia sadar itulah risiko yg
> dihadapi oleh seorang politisi. tidak seperti cawapres dan politisi
lain yg
> ngeles sana ngeles sini. politisi banci!.

Kirim email ke