Halo pak john,

lebih mudah undang investor Dubai, Saudi, Thailand ke Indonesia, 
masih banyak tanah kosong di Cilegon, di Krawang, di Cirebon, masih 
banyak yang menarik dari Indonesia dibandingkan kudeta militer 
Thailand sebelum blunder Indonesia seperti di phillipines.....

salam,
Goen 


--- In [email protected], john simon 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya ikut prihatin dengan tulisan Mas Goen dan Mas Satria.
>   Masalah pengangguran domestik kalau dibiarkan berlarut-larut 
bisa menjadi salah satu "bom waktu", yang akibatnya bisa lebih parah 
dari Krisis Mei 1998 yang lalu.
>    
>   Kalau lapangan kerja di dalam negri tidak bisa dibuka lagi, maka 
sebaiknya dibuat jalan by pass, yaitu mengekspor tenaga kerja ke 
luar negri.
> 
>   Caranya?
>    
>   - Hapuskan fiskal bagi tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja 
ke luar negri,
>     tidak hanya sebagai pembantu rumah tangga namun juga sebagai 
tenaga 
>     terampil, dari akuntan, auditor, dokter, artis, sarjana teknik 
nuklir dll.
>    
>   - Berikan subsidi, misalnya bebas pajak bagi perusahaan jasa 
penyalur tenaga
>     kerja Indonesia, bahkan pemerintah bisa memfasilitasi misalnya 
>     mempertemukan agen-agen PJTKI dengan Konsul Jenderal atau 
Dubes kita
>     di luar negri.
>    
>   - Berikan kemudahan bagi penyalur tenaga kerja dari luar negri 
untuk merekrut
>     tenaga kerja terampil Indonesia. Berikan kemudahan pemberian 
Paspor, 
>     kalau bisa gratis bagi TKI yang akan berangkat ke luar negri.
>    
>   Semoga badai pengangguran di Indonesia cepat berlalu.
>    
>   Salam.
> 
>   satriadharma2002 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Pak Goen,
> Saya juga melihat dan merasakan hal yang sama. Himpitan masalah 
> ekonomi benar-benar sudah mengkhawatirkan. Beberapa teman yang 
> dulunya bekerja dengan baik sekarang menganggur dan tak berdaya. 
> Temna-teman yang berusaha untuk buka usaha hanya menjumpai betapa 
> seretnya pasar sehingga modalnya habis hanya untuk bertahan. Suami 
> dan istri sering bertengkar hebat karena masalah ekonomi. Saya 
> kebingungan melihat fenomena ini dan juga tidak tahu harus 
> bagaimana. Ini sesuatu yang besar dan di luar kemampuan kita 
secara 
> individu untuk menyelesaikannya. Saya pikir kita harus 
mengatasinya 
> secara berjamaah.
> Salam
> Satria
>


Kirim email ke