Mas bukan pengusaha ya ???

Walau betul ada pengusaha cengeng,tapi rekasi ata spenguatan rupiah jug 
apunya alasan yang rasional, dan bukan sekedar kecengngengan..

Amerika aja ribut dgn Cina antar alain karena soal kurs dgn mata uang cina 
yang dianggap terlalu rendah sehingga barang Cina bis amasukdgn murah ke Amrik.

Bagaimana oula dgn Indonesia yang industri/sektor riilnya terpuruk ??

Lain lagi.. jika  menguatnya rupiah. didukung oleh larangan bea 
mausk  tinggi  utk barang jadi.., dan bea masuk serendah rendahnya utk 
bahan baku..., lalu masyarakat kita mengkonsumsi produk dalam negeri walau 
bahan bakunya dri luar negeri. Ambil contoh  tempe,, rori yang bahan 
bakunya kedele dan gandum impor...

Jadi dalam situasi ini  ( rupiah menguat )   jangan impor produk jadi 
LN...tapi  .. impor bahan baku....

Jangan bahan pakaian jadi... impor bahan baku pakaian ...dstnya...

Atau ... kalau anda penggemar produk LN...anda berkontribusi pada makin 
tenggelamnya produk Indonesia.. dan hancurnya lapangankerja...


Salam

Haniwar


At 04:24 PM 5/25/2007, you wrote:

>menguatnya nilai rupiah kita terhadap dollar disambut masyarakat dengan 
>baik, karena itu berarti barang-barang konsumsi yang diimpor menjadi lebih 
>murah dan terjangkau masyarakat, namun hal ini ditanggapi para pengusaha 
>dengan sebaliknya, lucunya mereka minta pemerintah/BI untuk turut campur 
>meredam penguatan nilai rupiah padahal sudah sejak lama nilai rupiah kita 
>diambangkan mengikuti harga pasar uang dunia, namun ketika dollar menguat 
>para pengusaha kita ini diam-diam saja meraup keuntungan semu karena 
>perbedaan kurs bukan karena nilai tambah (value added), dan yang 
>mengherankan keluhan itu dilontarkan oleh pengusaha yang sudah berskala 
>nasional, bukan rahasia umum kalo banyak pengusaha eksportir kita adalah 
>hanya tukang jahit, artinya barang2 yang diekspor sebenarnya barang-barang 
>tersebut adalah barang-barang milik prinsipal di luar negeri, seluruh 
>bahan baku milik prinsipal, bahkan label dan model sudah disiapkan, jadi 
>kita cuman merakit, menjahit, setela! h itu diekspor.
>kesimpulan dari wacana ini adalah bahwa pengusaha indonesia adalah 
>pengusaha cengeng yang dikit2 mengeluh minta bantuan pemerintah, bahkan 
>ada yang jadi konglomerat karena diberikan kemudahan-kemudahan oleh 
>pemerintah, jadilah mereka pengusaha besar karena fasilitas dan kemudahan 
>namun cengeng dan gampang mengeluh.
>bukan mental pengusaha tangguh yang tahan banting disegala cuaca. biasanya 
>kalo pengusaha cengeng kayak begitu cuman mencari cantolan sama pemerintah 
>yang berkuasa, pemerintahan ganti, bisnisnya hancur...
>
>---------------------------------
>Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
>Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>No virus found in this incoming message.
>Checked by AVG Free Edition.
>Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.8.0/817 - Release Date: 5/24/2007 
>4:01 PM

Haniwar
http://haniwar.blogspot.com/

Kirim email ke