http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/26/metro/3557441.htm =======================
Kerusuhan Rusak Citra Ibu Kota Jakarta, Kompas - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menginginkan organisasi masyarakat yang berlaku anarkis di Jakarta agar dibubarkan. Tindakan anarkis secara massal yang terjadi berulang kali dapat menciptakan citra Ibu Kota yang buruk. Menurut Sutiyoso, Jumat (25/5), jika diperlukan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengajukan usulan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) guna membubarkan ormas yang berlaku anarkis. Usulan itu diperlukan karena hanya Mendagri yang boleh membubarkan ormas. "Pemprov DKI Jakarta sedang mengkaji tindakan dari ormas- ormas yang sering meresahkan masyarakat. Namun, pemprov membutuhkan keterangan dari polisi mengenai definisi tindakan anarkis yang dilakukan ormas," kata Sutiyoso. Pernyataan Sutiyoso itu dilontarkan menanggapi keinginan berbagai pihak untuk memberi tindakan tegas bagi ormas-ormas yang mengganggu kepentingan umum dengan berbuat anarkis. Sebelumnya, Forum Betawi Rempug dan Ikatan Keluarga Besar Betawi Kebayoran Lama terlibat perkelahian massal dan berbuntut pada meninggalnya dua orang anggota salah satu ormas itu. Pimpinan meredam Menurut Sutiyoso, jika terjadi konflik, pimpinan-pimpinan ormas seharusnya mampu meredam kemarahan anggotanya dan menyelesaikan masalah di antara mereka dengan damai. Penyelesaian masalah secara internal diperlukan agar masyarakat luas tidak terkena imbas dari perseteruan mereka. "Kajian untuk pembubaran ormas yang anarkis tidak terbatas kepada kedua ormas itu saja. Semua ormas yang berlaku anarkis akan diusulkan untuk dibubarkan," tutur Sutiyoso. Menurut Sutiyoso, keamanan dan ketertiban di Jakarta harus dijaga karena Ibu Kota merupakan barometer keamanan Indonesia. Gangguan stabilitas akibat bentrokan masyarakat di Jakarta dapat menjadi gangguan kestabilan nasional. Pada kesempatan terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang sekaligus Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Fauzi Bowo, mengatakan, kedua pimpinan dan anggota kedua ormas itu diminta untuk introspeksi dan menahan diri agar bentrokan serupa tidak terjadi lagi. Namun, kata Fauzi, dia menyerahkan penyelesaian kasus itu kepada polisi karena sudah terjadi kasus kriminal. Sebagai Ketua Bamus Betawi, Fauzi tidak akan mengintervensi kasus itu meskipun yang terlibat adalah anggota dari dua ormas di bawah Bamus Betawi. Fauzi juga meminta semua pihak untuk tidak mengumpulkan massa atau mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat menciptakan kondisi yang mencekam, sekarang ini. Sampai saat ini polisi masih berjaga-jaga di Pasar Kebayoran Lama untuk mencegah timbulnya bentrokan susulan. Ada 92 ormas Betawi Berdasarkan data Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) DKI Jakarta, terdapat 92 ormas kesukuan di bawah Bamus Betawi. Sedangkan jumlah ormas, yayasan, dan LSM di DKI Jakarta mencapai 1.172 organisasi. Menurut Kepala Bidang Hubungan Antarlembaga Badan Kesbang DKI Jakarta Ichwan Bandar Nata, sebagian besar konflik yang terjadi akibat perselisihan antarindividu, yang kemudian melibatkan rekan-rekan mereka dari ormas. Konflik semacam itu sulit dihentikan jika para pemimpin ormas tidak proaktif membina anggota mereka. (eca)
