Yang paling saya ingat dari Pak Amin ini adalah,
Waktu rame demo mahasiswa di mpr, beliau ikut gabung. Dan waktu wartawan
tanya apakah Pak Amin mau jadi Presiden menggantikan Soeharto, beliau bilang
kalau dia gak mau menjadi presiden.
Tapi saat kemudian Beliau ini dicalonkan menjadi presiden, beliau bilang,
"Siapa sih yang gak mau kalau diminta jadi Presiden".



Regards,
Paulus T.

On 5/27/07, ajud ajudri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mau ikutan ngopi ah...cerita ngalur ngidul.
>
> Amin Rais ini, kalau menurut orang tua dulu, terlalu keberatan bawa nama.
> Sehingga sepak terjangnya ya seperti ular keblinger tabrak sana-tabrak sini.
> Dan hampir bisa disimpulkan apa yang di katakannya selalu bertentangan
> dengan apa yg diperbuat dan dikatakanya berikutnya.
>
> Dulu, pada tahun 90 an, saya paling gemar dan merindukan tulisannya di
> kompas, kritikannya terasa enak. Begitu juga saat beliau meneropong kasus
> busang, yg mungkin menjadi cikal-bakal krisis kita.
>
> Namun saat era reformasi, entah karena apa kok kekaguman saya bak di
> bayclean...tur luntur. Beliau keblinger minta diakui orang paling hebat,
> orang paling pintar, orang paling tahu segalanya tentang negeri ini. Itu
> yang terkesan di masyarakat sehingga terbukti saat pemilihan presiden jadi
> no paling buntut.
>
> Rasanya selama Indonesia tidak di pimpin Amin Rais, tak ada presiden yg
> baik menurut Amin ini.
>
> Beliau ini juga bak virus HIV, yg ngikut gabung sana sini, namun
> menurunkan daya tahan org lain. Ikutan mahasiswa saat menurunkan Pak Harto,
> bergabung dg Gus Dur, Mega, Hamengkobono, menganjal Habibi. Kemudian Mega di
> ganjal untuk meloloskan Gus Dur, dengan issue gender. Lalu membabat Gus Dur,
> dengan demikian Mega cukup jadi Presiden 2.5 tahun saja. Karena menurut
> perhitungannya kalau Gus Dur tetap, kemungkinan besar Mega jadi lawan yg
> berat di pemilu 2004, karena target beliau mau jadi Presiden. Jadi selama
> jadi ketua MPR itu pantatnya kepanasan, gelisah karena kursi itu bukan
> targetnya Dia.
> Nah, begitu gagal jadi Presiden, dia benci sama Rakyat Indonesia yg tak
> memahami keinginannya. Dia bilang pemilih Indonesia belum intelek.
>
> Saat ini giliran Presiden ini yg di ubek-ubek.
>
> Amin amin, Ingat sombong itu hasilnya takabur.
> Makanya Istigfarlah.
>
> salam.

Kirim email ke