Dana DKP sebenarnya sah-sah saja untuk membantu proses demokrasi pada saat 
pilpres 2004. sebenarnya menterinya mendapat ancungan jempol krn dapat 
mengumpukan dana DKP dan membantu proses reformasi dan demokrasi di Indonesia 
dlm Plpres 2004. dan sebenarnya tdk perlu dipolemikan, bersikaplah sebagai 
negarawan bukan birokrat. Sebenarnya yang perlu diselidiki adalah asalnya dana 
dan apakah ada unsur untuk memperkaya diri.,,, dan apakah presiden dan sekneg 
saat itu juga dilapori tentang asal dan peruntukannya. kalau ia berarti 
dilegalkan dan menterinya tidak salah. Memang kalau dilihat mantan ketua MPR 
juga kelihatan ambisius untuk disanjung dan merasa paling............. tetapi 
sebenarnya sakit nurani/pribadinya, krn kenapa saat itu mau menerima dan juga 
kenapa tidak dipermasalahkan jauh sebelumnya SBY berkiprah menjadi Presiden. 
Hibauan saya sudahlah kita sudahi polemik ini masih banyak lagi kasus yang 
nilainya melampaui dana DKP yang belum terselesaikan, dan harapan saya
 kalau kita sudah jadi pemimpin itu kita sudah meninggalkan atribut individu, 
golongan, tetapi milik masyarakat yang dipimpinnya.

  Salam Damai...
   
  Nur S
budi satria <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Beragam pendapat soal kasus dan DKP; RD, jumlah uang, mengalir entah 
ke siapa dan kemana-untuk apa, soal AR, tim capres 2004, macam-macamlah, yang 
jelas terbuka dan dijamin bagi tiap orang untuk berpendapat. Silahkan, monggo 
kata orang Jawa, hingga kadang orang awampun menjadi bingung, bingung tidak 
bisa belajar membaca politik. Ada yg memuji langkah AR, ada yg mengkritik 
bahkan mencaci.

Saya hanya ingin misalnya keadilan ditegakkan, uang negara bisa dikembalikan, 
pelakunya diperiksa dan diadili secara hukum, setuju gak?
Sering kita dalam pergaulan sehari2; lebih baik terlambat drpd tidak sama 
sekali, lebih baik jujur drpd berbohong, bahkan kita sangat puas dengan orang 
yg mengaku salah drpd orang yg ketahuan salah tapi berkelit alias ngotot, bikin 
emosi dan layak di "tabok" aja, nah. 


salam jujur
salam berantas korupsi tegakkan demokrasi 
ibud, 

Kirim email ke