Saya teringat dengan bukunya Magnis Suseno, "Etika Jawa." Di kata pengantar,
penulis menjelaskan dengan gamblang siapa yang dimaksud Jawa itu....saya lupa
daerah mana, yang saya ingat adalah Islam abangan di daerah tertentu. Jadi
sudah jelas siapa subyek yang dimaksud. Dengan begitu, penulis juga bisa
mempertanggungjawabkan apa yang dia tulis karena spesifik dalam menyebutkan
sourcenya.
Mestinya ya seperti ini, jadi tidak asal main generalisasi. Sama-sama Jawa,
tapi antara Semarang dan Solo sudah tidak sama, apalagi dengan Surabaya atau
Banyuwangi. Lalu Jawa yang mana?
bambang
"M. Danil Daud" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya setuju dengan Pak Manneke, mesti jelas dulu yang disebut budaya
Jawa itu seperti apa. Mengapa Tjipta Lesmana mengkategorikan cara SBY
mempresentasikan Budaya Jawa, sementara cara Amien Rais sebagai cara
barat. Padahal Amien Rais juga Jawa dan begitu pula SBY. Keduanya
sama sama pernah kuliah di Amerika (barat). Apakah karena lugas,
langsung dikategorikan sebagai barat. Saya perhatikan kelompok
pedagang dari Jawa memiliki karakter lugas dan terus terang. Dan
mereka ya orang Jawa dan tentu saja merupakan bagian dari budaya Jawa.