Pak Manneke,
Saya sangat sepakat dgn opini Bpk.
Penyeragaman "Budaya Jawa itu juga harus dipertanyakan..Saya memang
awam mengenai kajian kebudayaan..Yg jelas, Sang akademisi & pejuang
Palestina Edward Said telah berkutat byk ttg Orientalisme..Dan tentu
saja, Beliau mengingatkan, betapa bahayanya berpandangan 'a priori'
thdp suatu kebudayaan...Jgn sampai "Budaya Jawa" dimaknai sebagai
terminologi utk membatasi keberagaman ("multiplicity") yg ada!
Salam,
Patrick Hutapea
--- In [email protected], manneke budiman
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pertama-tama mesti jelas dulu, yang dimaksud dengan "Budaya Jawa"
itu yang mana sih? Jawanya sebelah mana, dan orang Jawanya terima
nggakkalo itu disebut budaya Jawa?
>
> Ben Anderson mungkin betul soal tiadanya kekritisan atas genealogi
kuasa, tapi ia terjebak dalam esensialisme, dengan mengasumsikan
adanya yang disebut dengan budaya Jawa an sich. Seakan-akan orang Jawa
itu bisa diseragamkan dalam satu kategori dan diberi satu label.
Jangan-jangan, yang namanya "budaya Jawa" juga merupakan suatu
konstruk yang diadakan oleh kuasa demi pelestarian kekuasaannya?
>
> Dalam hal ini, Anderson tak jauh beda dari Huntington atau
Fukuyama, yang tanpa refleksi kritis dengan enak saja memakai
kategori-kategori yang memukul rata, seperti "budaya Barat", "budaya
Islam", dll.
>
> manneke