Pak Seto yang ahli, 1. Saya percaya ramalan CNN karena disertai foto satelit awan yang menandakan akan hujan, Se kali2 memang meleset tetapi hanya lokasinya yang bergeser, ramalan itu juga tidak mengatakan berapa besar dan berapa luas. Cukup informatif. Yang saya kagumi ramalan di Jepang, sangat tepat, jangan coba2 tidak bawa payung kalau sudah diramal hujan, akan flu nantinya. Di Australia mereka hanya meramal "probably" akan hujan karena tiupan angin tidak menentu. 2.Karena TMC tidak bisa kalau tidak ada awan, disitulah yang masih tanda tanya besar buat saya, awan itu kan calon hujan apalagi awan matang (maaf istilah saya saja), kalau memang akan menurunkan hujan buat apa di TMC kan kasihan lokasi alamiah yang akan dihujani, besok atawa lusa. Bahwa akan menguap lagi serahkan kepda Yang Kuasa. 3. Kalau TMC tidak merugikan orang lain, kok banyak juga ahli cuaca di AS dan bagian dunia maju yang lain kecuali di republik mimpi yang meragukan pernyataan bapak. Saya ini cuma ikut2an bewrtanya karena bukan ahlinya.
rzain --- In [email protected], Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > sebelumnya saya minta tolong ya pak.... agar apa yg saya tuliskan itu dipahami. biar saya tidak terus2an mengulang2 jawaban yg sama. jadi jangan hanya bertanya kemudian saya jawab sampai berbusa2 tetapi bapak tidak mau memahaminya. dan kemudian bertanya lagi. > > 1. bapak kok yakin sekali dg ramalan cnn ya..... ramalan cnn itu sifatnya sangat global. dan sering kali invalid untuk wilayah benua maritim indonesia. mengapa? karena data yg digunakan kebanyakan hanya data regresi saja. bukan data pengukuran. di samping itu, memang secara meteorologis sangat sulit memprediksi hujan di daerah tropis. > > 2. justru tMC tidak bisa dilaksanakan kalau tidak ada awan. ini ingin saya tekankan. TMC tidak bisa dilaksanakan jika tidak ada awan. artinya, justru ketika ada awanlah TMC bisa memberikan benefit. > > 3. berbicara masalah uap air dan prosesnya menjadi awan, kemudian menjadi hujan, saya kira masih sulit kita diskusikan karena memang bapak tidak memahaminya. uap air memang adalah bahannya hujan. tapi uap air saja (sebanyak apapun) tidak akan pernah menjadi awan atau hujan jika tidak berada dalam atmosfer yang unstable. dalam atmosfer yg stable, uap air yg jenuh sekalipun tidak akan pernah menjadi awan. TMC itu hanya meningkatkan efisiensi proses dalam awan sehingga curah hujan meningkat. jadi yg diperlakukan adalah awan, bukan uap air. kalau tidak diTMC bukan berarti sisa uap air akibat proses awan yg tidak efektif ini akan menjadi jatahnya daerah lain. uap air sisa ini akan terus mengambang di daerah itu. mengapa? karena memang daerah itulah yg punya tekanan lebih rendah. kok tau? ya itu terbukti dari adanya awan tadi. jadi tidak ada mekanisme apapun yg bisa menjelaskan bahwa TMC akan merugikan jatah hujan daerah lain. kata republik mimpi: ndak ada itu......ndak ada..... > > mudah2an bisa membantu.
