Trims mas Totot, mas Tri Handoko dan mas Toyo, benar sekali komentar anda. Memang berita-berita dan laporan berbagai tim mengindikasikan bahwa paling-paling cuma satu-dua orang di antara 13 marinir yang menembak ke arah tanah dan tidak mengejar-ngejar penduduk. Lebih banyak marinir lain yang menembak langsung, bahkan mengejar-ngejar penduduk, saya kira.
Tetapi ketika diintrogasi komandan, tentu saja cuma satu-dua orang mariner tsb yg berani bicara terus-terang semacam berikut "Siap pak, saya cuma menembak ke tanah tiga kali dan pelurunya mantul sampe 10 kali sehingga nyasar ke 10 orang lain" :-(. Marinir yang lain cuma menunduk diam. Ketika saya berkomentar tidak ada pihak yang 100% benar atau salah, pikiran saya menduga ada AKAR MASALAH lain yang lebih mendasar, bukan sekedar pihak ke 13 marinir vs pihak penduduk. Sesuai berita yg saya dengar, saya menduga ada pemanfaatan secara komersial tanah milik AL tsb oleh pihak lain yang menguntungkan segelintir individu2, mungkin beberapa pejabat AL. Pihak2 inilah yg memerintahkan patroli rutin tsb karena mereka tentu saja merasa dirugikan dan tersaingi oleh keberadaan penduduk yang juga memanfaatkan tanah tsb. Salam --- In [email protected], hartoyo toyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dari berita kompas tanggal 31 Mei 07 yang isinya bahwa delapan orang luka dan empat orang tewas setelah TERTEMBAK prajurit Marinir TNI AL pada hari rabu (30 Mei 07) karena dipicu oleh sengketa tanah. > > menurut saya apa yang dilakukan Marinir bukan TERTEMBAK, tetapi DITEMBAK. Jadi warga DITEMBAK Bukan Tertembak oleh Marinir. Ini yang saya pikir mesti di perjelas, masak tertembak kok sampai lima orang tewas dan delapan orang luka - luka. Ini kan ada faktor sengaja memang diarahkan oleh prajurit Marinir ke warga. Lagian ibu - ibu dan anak - anak juga menjadi korban. > > Selain itu pernyataan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyatakan :
