Lhooohh... belom2 kok sdh takut dibantai dan dipojokkan..??
Berarti Presiden takut untuk beradu argumen dengan DPR dong kalo takut 
berdebat....
Apa yang harus ditakuti presiden kalo dia yakin dengan keputusannya...???
Kenapa presiden yg seorang jendral, doktor, takut berargumen..?? 
Kenapa minder..?? 
Bukankah dengan kapasitas SBY seperti itu lebih dr cukup untuk mempertahankan 
pendapatnya..??

Lhhoo...masalah Iran juga penting karena menyangkut poilitik luar negeri 
Indonesia. Ini menyangkut wibawa Indonesia. Jangan cuma SENDIKO DHAWUH dengan 
Amerika. Malu dong kita negara besar gak punya sikap tegas dan pendirian yang 
independen.
Masak sih kita hanya bisa mem-beo negara lain..

Tentang sikap negara-negara Arab sendiri tidak peduli, bukan berarti kita harus 
juga bersikap demikian. Kita tidak usah meniru sikap mereka yang tidak mau 
membela yang benar. Sikap negara-negara Arab itu sikap penakut juga karena para 
pejabatnya hanya ingin cari selamat saja.
Sikap-sikap seperti ini bukan sikap negara yang berwibawa.

SALAM
=======

Godlip Pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Masalahnya Presiden  diundang bukan untuk berdialog,
 tetapi untuk dibantai dan dipojokkan.  Jadi benar kata
 Pak Paulus DPR merasa sudah lebih berkuasa daripada
 Presiden.  Mending yang mau ditanyakan masalah dalam
 negeri, ini masalah Iran yang negara-negara Arab
 sendiri pun tidak pedulu.  Salam.
 
 

Kirim email ke