Mrs Nana, I'm agree with your opinion!Masa poligami harus didukung cuman karenajumlah populasi wanita lebih banyak!!
best regard, Ratih --- Nana P <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bu Reni, > Beberapa tahun lalu terdengar kabar bahwa > statistik menunjukkan jumlah perempuan di Indonesia > mencapai sekitar 70% sedangkan laki-laki sekitar > 30%. Namun ternyata kemudian diketahui bahwa jumlah > perempuan HANYA 51% sedangkan laki-laki 49%. Dan > berdasarkan statistik (lupa nih data akuratnya, > tapi yang pasti aku membaca di salah satu terbitan > Jurnal Perempuan), perempuan mampu mencapai usia > yang lebih lama dalam hidup ini sedangkan laki-laki > relatif mati dalam usia yang lebih muda. Dari data > ini kita bisa menyimpulkan bahwa di usia yang > relatif lebih muda, jumlah perempuan lebih rendah > dibanding laki-laki. > Talking about AnDanTu, what is wrong with that? > Kalau memang seorang perempuan merasa lebih nyaman > hidup single, sehingga tidak perlu merasa menjadi > "properti" (apalagi menjadi "properti" seorang > lelaki hidung belang), bukankah itu jauh lebih > indah? Sehingga dia tidak perlu selalu merasa > dirundung duka karena dianggap kesepian, perempuan > tidak laku, dan sederet 'nickname' yang bikin gerah > telinga, sehingga dia tidak perlu berusaha untuk > merebut suami orang hanya untuk mengubah 'old-maid > tag' menjadi 'a married woman'? > Mengenai jumlah mahasiswa dan mahasiswi di satu > kampus, oh well, apakah itu berlaku untuk semua > kampus? Saya kuliah di English Department dan > American Studies, yang mungkin dianggap lebih > feminin, sehingga jumlah mahasiswi lebih banyak. > Tapi apakah hal tersebut juga berlaku di > fakultas-fakultas yang dianggap maskulin, semacam > Teknik? > Beberapa minggu yang lalu saya iseng bertanya > kepada siswa-siswi saya berapa jumlah siswa dan > siswi di kelas masing-masing. Kebetulan kebanyakan > dari siswa-siswi di kelas saya itu (I am an English > teacher working for an English Course) bersekolah > di SMA N 3 Semarang, sekolah negeri yang paling > favorit di Semarang. Ketika mendapati bahwa lebih > banyak jumlah perempuan yang bersekolah di situ, > analisis saya bukan sekedar jumlah perempuan lebih > banyak, FULL STOP. Melainkan "Berarti lebih banyak > perempuan cerdas yang diterima di SMA N 3." Di > sekolah-sekolah lain bisa jadi jumlah laki-laki > lebih banyak dibanding perempuan. " > Anyway, gosip yang mengatakan bahwa jumlah > perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah > laki-laki dan kemudian ini dijadikan salah satu > alasan mengapa poligami lebih mudah diterima > bukanlah alasan yang cerdas menurut saya. > I am really sorry to say that. > > Salam, > Nana
