Saya ingat pada kenalan saya, 2 wanita cantik yang sudah bercucu, ibu A dan B.
Ibu A, janda, suami meninggal dunia 7 tahun lalu. Ketika suami masih hidup, dia dan suaminya dikenal sebagai pasangan ideal. Setelah suami meninggal, ibu A tetap aktif di berbagai ruang sosial, belajar politik, dan sekarang menjadi anggota DPR. Ia tidak mau menikah lagi (meskipun banyak pria yang ingin melamarnya, bahkan teman anaknya!), dengan alasan yang sungguh menarik: tidak mau lagi menjadi tukang pijit, tukang bikin kopi, tukang bangunin di pagi hari, selalu tampil cantik 24 jam sehari, harus bangun lebih pagi dan tidur lebih malam dari suami, dan lain-lain yang daftarnya bisa panjang sekali. Sekarang, dia bahagia menjadi dirinya sendiri! Ibu B, pengusaha salon kecantikan yang cukup ternama. Selalu tampil wangi dan cantik 24 jam sehari. Bersama suami (masih hidup) dipandang sebagai pasangan ideal dan mempunyai status sosial yang terhormat di masyarakat. Suaminya suka bermain mata dan bermain api di sana sini. Ibu B, tenang saja, cuek saja terhadap perilaku nakal suaminya, asalkan tidak berpoligami. Dia butuh status sosial dan butuh status "bersuami" sehingga tidak berniat untuk bercerai, dengan sebuah keyakinan "Biar saja suami bertingkah, yang penting hanya ada satu nyonya B!" Salam, anggi ----- Original Message ----- From: reni renata To: [email protected] Sent: Thursday, June 21, 2007 2:48 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Perempuan penggoda??? Saya setuju dengan pendapat bentala.... Kita bukan baju yang digantung........... Kalau kita gak kuat melihat suami selingkuh ya cerai. kalau kita gak kuat dimadu ya satu satunya jalan cerai. Kekuatan orang memang berbeda. Kalau sudah cerai gak usah mikir kita mau makan apa, jangan pesimis dengan rizki dan rahmat Tuhan, Tuhan maha kaya akan rahmat dan tahu kita kok.... Kalau saya gak kuat diselingkuhi suami dalam fikiran saya ya cerai dan walaupun setelah bercerai harus menjadi bakul mentimun di pasar ya akan saya jalani asalkan halal dan tidak tertekan. Memang kita gak punya otak..... Salam Bu Reni
