Selama ini nampaknya memang sebagian besar sinetron-sinetron dan beberapa
program lain yang ditayangkan di televisi-televisi Indonesia gak punya
sumbangan untuk mencerdaskan pemirsanya. Sebaliknya program2 tersebut justru
lebih banyak meracuni pemirsanya (misalnya: berisi sadisme, eksploitasi seksual
dan gilanya gak sedikit sinteron yang merupakan hasil jiplakan dari film luar
negeri).
Namun ironisnya, meski sudah banyak kritikan atau bahkan kecaman dari berbagai
pihak, tak ada satu lembaga pun yang punya kekuatan tegas untuk mengontrol
tayangan-tayangan beracun tersebut. (KPI mana?)
Maka sebelum ada lembaga yang tegas mampu mengontrol tayangan-tayangan beracun,
kekuatan untuk menghentikan tayangan beracun ada diujung jari kita. Jangan
tonton tayangan-tayangan beracun. Bila semua TV secara bersama-sama menyajikan
tayangan beracun, maka bersama-sama pula kita harus tekan tombol OFF di remote
control tv kita.
Salam...
Ari Aristides
Thomas Aquino <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Barusan saja daku makan pagi dengan menonton tv, iseng daku pindah chanel ke
Indosiar dan isinya sinetron Bawang Merah Bawang Putih...
Gilanya...anak umuran 10 tahun punya otak untuk menjadi pembunuh (si Bawang
Merah), memberikan racun ke bubur yang dikasih ke ibu tirinya...
Daku mikir...kok sinetron Indonesia makin gila yah?! Kenapa enggak ada dari
badan sensor film atau apalah yang mencoba mensensor sinetron macam ginian.
Daku ngeri aja liat nanti akan banyak anak2 terpengaruh akan sinetron2 gak
berbobot seperti ini.
Mungkin dari bapak dan ibu yang berkompenten dalam hal ini, bisakah memberikan
masukan atau gimana gitu?
Salam,
Thomas
---------------------------------
The all-new Yahoo! Mail goes wherever you go - free your email address from
your Internet provider.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
[Non-text portions of this message have been removed]