untuk menangkal reaksi akibat macet yg ditimbulkan jalur busway yg 
baru maka dibentuklah partai busway (pb). 
partai busway dibentuk utk menggalang dukungan  proyek busway yg 
menimbulkan kerugian trilyunan rupiah.  
pengurus busway ini adalah orang2 yg berkepentingan thd busway spt 
pejabat terkait busway, pengusaha busway dan orang2 yg  mengaku 
pengguna busway. 
seperti layaknya partai maka tema yg diusung pb adalah kemikisnan, 
wong cilik yg memerlukan busway. 
karen isu2 tsb paling menarik banyak simpati.  
di samping isu angin surga bahwa busway mengatasi kemacetan. 
jurkam pb juga mengeluarkan jargon seperti : busway membawa  
perubahan yg lebih baik.  
yg mengeluh macet busway adalah orang yg tidak siap terhadap 
perubahan, keras kepala, wong sugih, egois, generasi tahun 70 yg 
mapan.  
sebaliknya yg mendukung busway adalah peduli wong cilik, generasi 
muda anti kemapanan, peduli akan transportasi massal, peduli akan 
kemacetan dll. 
penggalangan dukungan ini sangat diperlukan.  
karena awal lahirnya busway di zaman megawati ini dipenuhi ketidak 
transparan, kolusif dan korupsi.  
dari awal saja sudah ada terpidana dalam kasus mark up pengadaan 
bus.  
publik hanya tahu ketika peresmian busway sutiyoso ditemani 
pengusaha  taufik kiemas.
tidak pernah diumumkan di media bagaimana skema  kerja sama pemda 
dki dan pengusaha, siapa saja konsorsium trasnjakarta, tender 
pelaksanaan  busway.  
transjakarta juga diduga melakukan monopoli , tidak tahu apakah kppu 
sudah memeriksa kasus transjakarta ini.  
pb ini juga nampaknya akan mendukung bapak busway sutiyoso sebagai 
calon presiden pada pemilu yad. 
kampanye dilakukan di milis2 juga spanduk2 di pinggir jalan.
seperti ada spanduk di jalan Hang Lekir yg berbunyi :  "Jangan 
memaksakan kehendak, kami membutuhkan busway".  

kurang jelas siapa yg memaksakan kehendak ?  siapa yg membutuhkan 
busway ?

hidup partai busway. 

sohib 

Kirim email ke