Semiskin miskinnya penduduk mereka pasti mempunyai sapu di rumahnya. Mereka mengumpulkan sampahnya di tempat yang tersedia menunggu pengangkutan yang tentu saja harus disediakan Pemda. Menanam tidak punya pekarangan, membakar dimarahi tetangga, dibiarkan tergeletak bau mnyebar, apa boleh buat dibuang di tempat terbuka kalau ada atau dibuang ke kali. Tidak mungkin mereka membawanya ke TPS kalau ada apalagi ke B. Gebang, kapan bekerjanya. Masaalah ada di Dinas Kebersihan, penduduk tinggal membayar biaya pengangkutan dan pemusnahan.
--- In [email protected], Bambang Soetedjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Masalah persampahan saya rasa diseluruh dunia menjadi masalah bersama. Kedisiplinan membuang sampah sembarangan memang sukar sekali dikontrol. Sebaiknya kita cari solusi bersama bagaimana mengatasi masalah sampah ini. Kebiasaan saya sejak kecil selalu ditegaskan oleh ortu untuk membuang sampah ditempat yang disediakan. Suatu hari pernah ketamuan dari tanah air, dimana anaknya buang sampah sembarangan dan kebetulan ada anak kecil kira2 umur 5 tahun datang kepada saya dan menanyakan dimana ada tempat sampah, lalu saya tunjukkan letak tempat sampah yang terdekat. Setelah mengucapkan terima kasih sianak ini jalan menuju tempat sampah tersebut. Kepada anak teman saya ini saya tunjukkan contoh sikecil tadi, tapi saya kaget dengan jawabannya. Ah jauh tempatnya dan aku malas jalan kesana. Jadi menurut saya ortu merekalah yang seharusnya memberikan penjelasan kepada sianak kalau buang sampah tidak boleh sembarangan tapi buanglah ditempat yang disediakan. Kalau buang dikali yah tentu > saja kena banjir, jadi para pemilik rumah juga harus disiplin. > Hanya bagaimana kita bisa menjelaskan kepada ortu2 mereka agar disiplin buang sampah. > Ditempat saya tinggal kalau buang sampah tidak pada tempatnya, pertama malu kepada sesama penghuni dan kedua sudah ada tempat tertentu dan jadwal pengambilan sampahpun sudah jelas disebar luaskan kepada seluruh penghuni. > Saya tau kita belum bisa melaksanakan sebaik ditempat dimana saya tinggal, tapi setidak tidaknya ortu atau penghuni/pemilik rumah bisa memberikan penjelasan kepada anak2nya dan terutama para pembantu yang setiap hari membuang sampah terutama yang buang sak enake dewe dikali yang pasti menyebabkan banjir. > > Salam > Bsoet
