Oh, kalo soal perang melawan hegemoni kekuasan asing termasuk kekuatan raksasa 
ekonomi MNC (multi Nasional Corporation) kita sepakat. Tapi tentu kenyamanan 
pembeli/konsumen tetap harus diutamakan. 
Dan kalu soal kebijakan pemerintah, pemerintah yg mana dari presiden kita yg 
membela rakyat kecil? (Kecuali masa Soekarno mungkin).
Pemerintah kita kan andalannya cuma "menambah" investasi dan "memberi" lap 
pekerjaan dengan memohon pada investor besar.

Memang, tidak ada kamus baru Nyaman-Sejuk- Bersih = Hypermarket.
Tapi, yg ada TIDAK Nyaman, Tidak Bersih, Tidak Sejuk, Bau= Pasar tradisional. 
iya nggak?
Bisakah mental di pedagang tradisional bisa diubah agar bisa lebih rapi dan 
tertata serta bersih seperti di supermarket besar?
Kalau kita lihat, pegawai dan karyawan di Supermarket besar mereka adalah orang 
lokal.. bahkan orang kampung. Tapi karena mengkikuti standarisasi dari tempat 
mereka bekerja, maka bisa menciptakan lingkungan pasar yang lebih 
bersih-tertata dan nyaman.

loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               --- In 
[email protected], budi 
 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Sekarang bagaiman tanggapan masyarakat saja.
 > Biarkan hukum ekonomi pasar berlaku, meski dengan di proteksi 
 segala macem..kalao masyarakat lebih enjoy-nyaman belanja di 
 hypermarket atau di minimarket, ya... tentu pasar tradisional tidak 
 bisa "bermanja" memohon terus kekuatan pemerintah untuk menyingkirkan 
 pasar besar.
 
 L: Masalah fasilitas dan kenyamanan belanja, atau masalah selera 
 masyarakat, itu di luar dan keluar dari konteks masalah dan kritik 
 terhadap kebijakan pemerintah yang tak mendukung, kalau bukan 
 menindas, golongan ekonomi lemah: para pedagang pasar2 tradisional. 
 
 Fakta: seandainya warteg atau warung-warung kaki lima dibiarkan bebas 
 bersaing, walaupun dg warteg yang selalu kena tempias hujan dan 
 lingkungan yg agak becek, mereka tetap bisa hidup dan berkembang. 
 Satu mati datang seribu karena mereka punya pangsa tersendiri. Memang 
 benar jika warteg-warteg ini diberi fasilitas air bersih, lahan yg 
 bukan hanya bersih, tetapi lokasinya cukup strategis, mereka bisa 
 lebih unggul dari restoran2 mewah. 
 
 > Saya dan masyarakat tentu setuju jika lebih nyaman belanja di 
 hypermarket.> suasana sejuk.. tidak becek..tidak ada lalat.. ada 
 pramuniaga yg melayani dengan ramah...tidak ada bau busuk..bisa 
 lihat2 harga yg lain tanpa perlu di-sewoti penjual... harga bersaing!
 
 L; Saya dan setiap orang setuju jika lebih nyaman belanja di pasar 
 yang bersih dan lengkap, tak harus di hypermarket. 
 
 Jangan bikin kamus sendiri: pasar nyaman dan ber-AC = hypermarket.
 
 Yang mestinya dilakukan pemerintah adalah mengangkat kenyamanan dan 
 fasilitas pasar2 tradisional, bukan menggusurnya atau membiarkannya 
 terisolir. Kalau pemerintah berhasil dalam usaha ini, baru Ac Nielsen 
 benar bahwa hypermarket tidak matikan toko tradisional sebab investor 
 hypermarket takut2 utk tanam modal bangun hypermarket.
 
 Salam
 
 

Kirim email ke