Ikutan diskusi yah pak. Kalo kita lihat kondisi riil sekarang yang ada dimana posisi hypermarket bisa berada di tengah kota ini yang jadi masalah karena dahulunya letak industri seperti ini ada di pinggiran (cth makro). Saya pribadi tidak menolak hypermarket tapi kalo posisinya bisa berdekatan sama pasar tradisional ini yang saya sangat tidak setuju.
Mudah2an kedepannya akan tercipta suatu pasar yang adil untuk semua Regard, Arfy _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of sohibmachmud Sent: Thursday, December 06, 2007 6:26 AM To: [email protected] Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Hypermarket tidak matikan toko tradisional , kata Ac Nielsen kalau kita bicara fisik pasar di jakarta itu urusan PD. Pasar Jaya. kalau ingin pasar tradisonal nyaman itu urusan pasar jaya. kebersihan pasar tradisonal tidak otomatis menjadi bersih dengan melarang hypermarket. melarang hypermarket tidak mengangkat status pedagang pasar. urusan ekonomi pedagang pasar itu lebih kompleks lagi itu urusan perbankan ukm, menteri perdagangan dll. melarang hypermarket dan memaksa konsumen ke pasar tradisonal yg kumuh adalah pemaksaan sistem orba atau busway part 2. sebagai anggota wto, indoneia suka atau tidak suka, siap atau tidak siap harus mematuhi free trade. kecuali jika indonesia siap menerima konsekwensi sanksi seperti pembatasan ekspor indonesia. sistem larang melarang sudah bukan zamannya lagi. orang cupet yg berpikiran pasar tradisonal akan maju jika hypermaket dilarang. sohib
