kalau begitu itu urusan polisi utk mengusut siapa yg membakar dan
siapa yg berkepentingan dengan terbakarnya pasar tsb.
tidak ada urusan dgn hipermaket.  kalau ada hipermarket yg
berperilaku seperti itu hipermarket itu ditindak.
jangan dijadkan alasan bahwa ssetiap hipermarket berperilaku seperti
itu.


sohib


--- In [email protected], "Putra"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Supaya logika nyambung.
> Memang semua punya pangsa pasar sendiri. Tapi kalau semua bisa
dibeli di hipermarket dengan harga yg MURAH dan tempat yang NYAMAN,
lama2 pelanggan pasar tradisional mulai berpikir demi EFISIENSI dan
> EFEKTIVITAS lebih baik dan lebih enak belanja di hipermarket.
> Itulah kenapa PENTINGNYA hipermarket DIATUR dan DIBATASI!

jadi maksudnya agar kita menghidupi pasar tradisonal kita harus
bersusah payah pergi ke pasar tradisonal yg letaknya jauh naik
busway, becek, kotor.  walaupun dekat rumah ada hipermarket.
demi pasar tradisonal kita harus menderita.

> Yg saya tangkap dari tulisannya Pak Haniwar juga begitu, bukan
> maksudnya melarang hipermarket sama sekali. Tapi dibatasi dan
diatur secara ketat agar menciptakan persaingan usaha yg adil dan
tidak merusak pangsa pasar pasar tradisional.

dibatasi dan diatur itu kata lain dari di larang. umpama dibatasi
satu kota yg 10 juta pendudknya hanya boleh 1 hipermaket.  terus
diatur letaknya di tempat yg tidak ada penghuninya.

> Modusnya kan sekarang "bakar" gedung pasar tradisional, lalu gusur
> dengan hipermarket baru. Lalu sudah bisa ditebak kan arahnya
kemana? Ini seperti kasus yg di Blok M.
>
> p




Kirim email ke