Mangkanya ngerubahnya jangan setengah-setengah, gerakin lagi dong
koperasi rakyat yang penyebaran kapitalnya merata, bukannya malah
berlogika mendukung kapitalis besar, asing atau lokal....sama-sama
busuk.

ANTON


--- In [email protected], sohibmachmud
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kapital asing sama kapital/konglo indo sama saja.
> yang satu buaya yang satu harimau.
> dulu  buaya supermarket utk menghidari buaya lain, teriak2 izin
> supermarket harus dibatasi alasan nya melindungi pasar tradisonal.
> juru teriaknya orang2 seperti haniwar ini.
> sekarang ini buaya juga keblingasatan karena raja buaya sudah
lengser
> keprabon dan masuk harimau.
> lagu lama diputar oleh ini buaya bahwa hipermarket asing harus
> dibatasi demi pasar tradsional.
> bagi konsumen biar saja banyak supermarket mau buaya atau harimau ,
> hipermarket/supermarket  yg service nya jelek, yg suka naikin harga
> biar ditinggal pembeli.
> kalau dibatasi yah mereka ini seenaknya dewek, kayak busway
monopoli
> di jalanan.
>
>
> sohib

Kirim email ke