Sukhoi terkendala dan AS menawarkan F-16 thn buatan thn 1970 dan 1990 rasanya 
disengaja supaya angkatan bersenjata kita tidak segarang di era thn 1980an. 
Well, apakah memang Indonesia itu tempat pembuangan barang-barang rongsokan? 
dari mobil, limbah sampai ke pesawat......sedih banget deh kalo mikirin negara 
ini. Sudah tidak ada harga dirinya sama sekali.........

  ----- Original Message ----- 
  From: Agus Hamonangan 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, February 26, 2008 9:22 AM
  Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] AS Tawarkan Jet Tempur F-16 Kepada Indonesia


  Sukhoi Rusia Terkendala, AS Tawarkan F-16
  
http://www.kompas.co.id/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.26.02032368&channel=2&mn=12&idx=12

  Jakarta, Kompas - Pemerintah Amerika Serikat menawarkan peningkatan
  kemampuan empat pesawat F-16 buatan tahun 1970-an dan enam pesawat
  F-16 produksi 1990-an kepada Indonesia. Tawaran AS itu disampaikan
  saat Indonesia kesulitan membeli enam pesawat Sukhoi untuk menambah
  empat pesawat buatan Rusia itu.

  Tawaran pesawat F-16 itu disampaikan Menteri Pertahanan AS Robert
  Gates saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Susilo
  Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (25/2). Presiden
  didampingi Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.

  "Kami bicarakan bagaimana AS bisa berkontribusi untuk upaya yang
  sedang berjalan dalam reformasi TNI dan membangun kapasitasnya
  terutama di wilayah udara dan perairan, baik dengan pelatihan dan
  peralatan," ujar Gates dalam jumpa pers bersama Juwono.

  Gates mengemukakan, AS siap membantu dengan cara apa pun sesuai
  kemampuan yang dapat dilakukan. Hubungan AS dengan Indonesia, ujarnya,
  berjalan sangat baik dalam beberapa tahun terakhir.

  Indonesia menyambut tawaran itu untuk membangun kesetaraan kekuatan
  udara Indonesia dengan negara tetangga. Dalam waktu dekat, dua pesawat
  F-16 tahun 1970-an akan diperbaiki agar bisa terbang. Setelah itu,
  direncanakan pembelian F-16 tahun 1990-an atau yang usianya tidak
  lebih dari 15 tahun. "Kita tidak ingin membangun tiga atau empat
  skuadron F-16 karena tidak ada duitnya," ujar Juwono.

  Harga peningkatan kemampuan satu pesawat F-16 tahun 1970-an sekitar 30
  juta dollar AS. Untuk tawaran itu, Indonesia menerima bantuan 16 juta
  dollar AS dari AS. Pengembalian akan dilakukan dengan mekanisme
  foreign military sales (FMS) dalam rentang waktu lima tahun.

  AS mengetahui Indonesia sedang berupaya memenuhi satu skuadron pesawat
  Sukhoi. AS tidak keberatan RI membeli pesawat tempur Rusia. "Karena
  kekisruhan penganggaran di Rusia, upaya pengadaan enam Sukhoi
  terkendala," kata Juwono.

  Sementara dalam pidatonya di hadapan Indonesian Council on World
  Affairs, Gates mengatakan, militer Indonesia belakangan ini menjadi
  lebih bermutu, profesional, dan lebih nyaman berada di bawah
  kepemimpinan sipil. Dalam acara itu hadir antara lain Gubernur
  Lemhanas Muladi dan mantan Duta Besar RI untuk PBB Makarim Wibisono.

  Jangan dikte Indonesia

  Secara terpisah, sejumlah anggota Komisi I DPR mengatakan, pemerintah,
  khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diminta untuk tidak
  terjebak mengikuti skenario atau rencana Pemerintah AS walaupun mereka
  menjanjikan sejumlah bantuan terutama terkait persenjataan atau bidang
  pertahanan.

  Peringatan dari sejumlah anggota Komisi I itu disampaikan di sela-sela
  rapat dengar pendapat dengan tiga menteri beserta jajarannya, yaitu
  Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Keuangan Sri Mulyani
  Indrawati, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.

  "Kita jangan pernah terperosok janji-janji AS, yang di baliknya bukan
  tidak mungkin menyembunyikan perangkap. Pemerintah harus tunjukkan
  dirinya punya kebebasan menentukan senjata dari negara mana saja kita
  akan membeli senjata," ujar Happy Bone Zulkarnaen dari Fraksi Partai
  Golkar.

  Yuddy Chrisnandi juga mengharapkan kedatangan Gates harus mendatangkan
  manfaat bagi kerja sama pertahanan kedua negara. (INU/dwa/joe)



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke