DI tahun 1980-an, pesawat tempur paling canggih yang dimiliki TNI AU adalah
F-5E Tiger II. Sulit untuk dikatakan "garang" dengan pesawat berkemampuan
seperti itu. Dalam prakteknya, semenjak era 60-an pada waktu konfrontasi
dengan Malaysia di mana TNI-AU dipersenjatai oleh Uni Sovyet pada waktu itu
dengan pesawat seperti MiG-21 (fighter) TU-16 (Bomber) dan IL-28 (anti
submarine), angkatan bersenjata Indonesia tidak memiliki kemampuan untuk
melakukan ofensif, paling hanya cukup untuk bela diri saja. Saya pikir tidak
tepat juga istilah "garang" di tahun 80-an. 

Kembali ke soal pesawat F-16. Lepas dari nuansa politis di belakangnya, IMHO
lebih ekonomis untuk melakukan upgrade terhadap pesawat F-16 daripada
membeli baru. F-16 walaupun lahir dari platform tahun 70-an, namun sudah
mengusung teknologi fly by wire yang revolusioner pada jamannya. Bahkan
dengan F-15 yang berdaya pukul lebih hebat, F-16 masih mengusung teknologi
yang lebih baru sehingga memudahkan untuk mengupgrade di masa depan. 

Option lain untuk memodernisir TNI AU dengan membeli sukhoi seolah-olah
lebih murah, namun harus diingat bahwa seluruh infrastruktur TNI AU
dirancang untuk pesawat buatan AS. Jika TNI AU membeli pesawat AS, maka
system senjata, rudal, tanki bahan bakar, dan sebagainya bisa menggunakan
yang sudah ada, sementara pesawat buatan Rusia menggunakan rudal jenis AA
yang lain sama sekali sehingga harus membeli lagi.

 

Salam

 

Jovin

 

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of aries cathlea
Sent: Tuesday, February 26, 2008 9:48 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] AS Tawarkan Jet Tempur F-16 Kepada
Indonesia

 

Sukhoi terkendala dan AS menawarkan F-16 thn buatan thn 1970 dan 1990
rasanya disengaja supaya angkatan bersenjata kita tidak segarang di era thn
1980an. Well, apakah memang Indonesia itu tempat pembuangan barang-barang
rongsokan? dari mobil, limbah sampai ke pesawat......sedih banget deh kalo
mikirin negara ini. Sudah tidak ada harga dirinya sama sekali.........

Kirim email ke