Kita mengulang lagi kebodohan itu... Kita memonopoli kebenaran dengan menghalalkan kebrutalan untuk tujuan yang belum tentu benar, belum tentu menyejahterakan, belum tentu berdampak positif bagi rakyat.
Yang ada adalah ketidakstabilan situasi di Jakarta. Komunitas internasional memandang kita tidak aman. Pasar modal goyah. Roda ekonomi terlalu lama di bawah. Tidak berputar. Karena kita mengulang kebodohan. Cuma bisa bakar. Tidak memberi solusi. Di mana-mana juga BBM dinaikkan. Tidak melulu kita. Karena kita hanya bisa mengulang kebodohan kita jadilah kita masuk ke lubang yang sama media pun begitu gempita membuat warta kerusuhan itu, pembakaran itu sampai di media lokal pun, tv lokal pun seolah senang kalau di kawasannya terjai kerusuhan, main bakar... seperti di Jakarta Yuk kita elegan bersikap, tidak memonopoli kebenaran tidak berprasangka sebab kalau begitu, kita ini 'part of problem' tak cerdik menyampaikan solusi. diam saja di rumah, dinda... jangan bikin masalah baru. orangtua kamu sudah cukup menderita dan kamu tak bisa mengubah nasib dengan mengacungkan kebencian hati-hati dinda... jangan salah langkah... --- On Wed, 6/25/08, Eric Soesilo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Eric Soesilo <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Mahasiswa demo kok ngerusak???? To: [email protected] Date: Wednesday, June 25, 2008, 10:54 AM Wah kalau logika seperti itu yang digunakan menyingkapi demo brutal kemarin itu ya salah kaprah pak. Trus kalau judulnya mahasiswa, berhak merugikan kepentingan orang banyak, membakar apapun di jalanan, lempar batu ? Ngertiin anak sih ngertiin, tapi itu anak dah kelewatan nakalnya pak, makanya dipukulin sama polisi. Hidup boleh makin susah, bbm mencekik kebutuhan rakyat, tapi sorry ya, katakan tidak untuk tindakan brutal apapun alasannya. Eric Soesilo ericsoesilo@ yahoo.com Sent from my BlackBerry� powered by Sinyal Kuat INDOSAT
