Dik, gini ya kebetulan saya juga punya anak se usia anda, memang anda sedang masuk dalam usia mencari jati diri sehingga segala sesuatu di tanggapi dengan meletup-meletup.Saya juga bisa mengerti mungkin anda hidup dalam kel. yang selalu keinginannya harus anda turuti.Sehinggaq saat itu berlangsung anda merasa diri anda bebas....saya bisa terima itu koq. Dan Oke saya akui, di Indonesia ini memang masih di terapkan yang memimpin atao yang tua itu selalu harus dianggap benar.Mungkin ini harus kita ubah perlahan-lahan.
Dan memang sudah waktunya bagi kita semua untuk saling menghargai, jadi saya rasa banyak orang koq yang menghargai suara Mahasiswa,yang sedang mencari keadilan, tetapi anda juga boleh donk menghargai kita, bila kita tidak menyetujui adanya kekerasan, seperti membakar ban mobil, itu kan awalnya sebelum polisi datang dengan water kanone. Jangan selalu hanya menilai anda benar, ayo tolonglah kita bersama-sama saling mengoreksi, dengan begitu kelak anda bisa jadi pemimpin yang huuueeebaaat, okey!!!! Hidup mahasiswa, hidup untuk orang2 yang berani menentang kekerasan!!!!! Salam damai, Ratih --- In [email protected], "EKO KERTAJAYA" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > nggak bisa gitu dong mas, mahasiswa bagaimanapun juga adalah anak bangsa, > masa depan negara ini ada di tangan mereka. kalo anda punya anak, anak anda > reaktif, nakal atau apapun, mungkinkah anda tuntut anak anda untuk memahami > pemikiran dan emosi anda ?
