pliss pliss banget deh ..jangan bilan gnegra in gagal krn sistem dagang yg dipakai
negara ini jadi begini krn sisitim korup yg di pakai. jika sistim dagang, dgn menganggap rakyat sbg share holder, pastilah kepentingan rakyat yg dipikirkan lalu smeua sumber dayamilik negara ini apstilah akan diefisienkan utk kepetningan share holder.( rakyat ) Pedagang sejati .. nggak pernah makan akar ..tapi hanya buah dr hasil usahanya... Coba bayangkankata kata JK ,, bhw pemerintah telah terlalu banyak memberi susidi... , coba renungkan apa yg dia pikir... ?? Pemerintah itu dewa.. rakyat itu sahaya...! itu bukan cara pikir pedagang yg ngurusi share holdernya... HS At 12:07 PM 27-07-08, you wrote: >Memang negara tetangga kita (Rep. Impian FPK), Republik Indonesia >ini sudah "kacau balau"; ambur adul; dan tidak tahu bagaimana >menjalankan pemerintahan. >Jika negara sudah ditangani oleh para pedagang, maka sistem >daganglah yang selalu dipakai didalamnya. Kebijakan dilaksanakan >asalkan seseorang mendfapatkan keuntungan. >Bukan sistem pemerintahan yang adil dan beradab segabai tercantum >dalam UUD 45. Rakyatlah yang dipikirkan terlebih dahulu, bukan demi >kepentingan pribadi. >Pemimpin sekarang menumpuk kekayaan supaya bisa tetap mengangkangi kedudukan. >Suatu negara yang sudah tak tahu lagi mana yang salah dan tidak >mempunyai "harga diri". Semua tindakan sewenang-wenang sudah >dihalalkan demi keuntungan perorangan. > >Sewaktu ditemukan bahwa kompor gas bagi rakyat miskin sudah >diselewengkan, seorang pemimpin negara Rep. Indonesia, dengan keras >membantah adanya korupsi didalamnya. >Yang lcunya lagi, menteri lain-nya pun tidak berani mengatakan yang >mana benar dan mana yang salah. KERBAU SUDAH DICUCUK HIDUNGNYA, >itulah gambaran para pemimpin kita. Ketakutan jika "kursi empuknya" >diambil orang lain. >Jika memang tidak berani melawan akan hal-hal yang tidak benar, MUNDURLAH! >Itu suatu jiwa yang kesatria. Karena tidak sesuai dengan hati nurani >yang mempunyai integrity. > >Almarhum Sophan Sofyan adalah figur yang berjiwa kesatria, >megundurkan diri dari kursi kedudukan karena mengetahui bahwa >"hura-hura" mesum di DPR, tidak sesuai dengan hati nuraninya yang >membela kebenaran bagi rakyat banyak. Uang negara (rakyat) dipakai >untuk perbuatan-perbuatan yang sangat rendah martabatnya. Dan >korupsi yang meraja lela di DPR dibiarkan makin subur oleh pemegang >HUKUM dinegara ini. > >Kami rakyat Indonesia, menunggu seorang pemimpin yang tidak berjiwa >rendah dan serakah. Yang beani mengatakan putih, adalah putih, dan >hitam, adalah hitam. > >Salam, >Yuli
