Keponakan saya mulai yang klas 2 SD saya hadiahkan buku Laskar Pelangi. Walau bacanya harus pelan-pelan, saya tetap ingin sekali mereka punya bekal mengenal buku bermutu. Dalam mata kuliah Apresiasi Seni di Jurusan Arsitektur, Laskar Pelangi juga saya jadikan bacaan wajib bagi mahasiswa.
Wass, Triyatni From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of davidl1n Sent: Friday, October 03, 2008 12:06 AM To: [email protected] Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Laskar Pelangi Saya sempat nonton film ini kemarin. Rasanya sulit sekali mencapai idealisme seperti apa yang diceritakan dalam film Laskar Pelangi tersebut. Ada guru yang mati matian bahkan sampai mati memperjuangkan agar sekolah Muhammadiyah tersebut berdiri dan tidak ditutup. Lintang seorang anak berbakat yang harus meninggalkan sekolahnya karena ayahnya meninggal karena melaut, dan dia harus meneruskan peran orang tuanya untuk membesarkan adik-adiknya. Seandainya Lintang ada di kota besar / Jakarta dan ada dermawan yang menyekolahkannya serta membantu adik-adiknya, saya rasa saat ini dia sudah menjadi orang yang sangat sukses. Berapa banyak Lintang - Lintang di pelosok negeri ini yang mempunyai nasib yang sama ... sangat disayangkan. Jadi sebenarnya banyak ak-anak berbakat di negeri ini tetapi tidak mendapatkan kesempatan. Perlu ditonton oleh anak-anak yang terfasilitasi sekolahnya dengan baik agar mereka lebih sungguh- sungguh ... karena banyak orang yang kurang beruntung seperti Lintang ... salam, david
