Bagaimanapun Cut Mini bukanlah orang Belitung, dia hanyalah seorang 
artis yang mencoba memerankan tokoh dalam film tsb. Dalam waktu yang 
begitu singkat untuk melatih lidah tidaklah gampang. Tetapi hal 
positifnya adalah mudah-mudahan film ini bisa mengangkat nama 
Belitung ke kancah internasional. Ternyata Belitung pantainya sangat 
indah, masih asri sekali. Saya pernah 2 kali kesana ...

Untuk Bung Martin, ya memang begitulah sebuah idealisme. Saya hanya 
agak haru dan sedih melihat kondisi yang ada dalam film tsb. 
Kenyataan seperti skenario dalam film tersebut menurut saya banyak 
realitasnya dalam kehidupan nyata. Di dalam zaman modern seperti ini 
masih ada kondisi begitu ... apa kata dunia ???

Negara, masyarakat harus berperan untuk memberikan solusi-solusi 
tersebut... terutama untuk orang2x yang telah sukses di rantau. 
Bayangkan kalau kita di posisi seperti Lintang dkk ... punya 
talenta, bakat harus terpuruk di negeri yang penuh dengan kekayaan 
alam ... ibarat batu pualam yang tertutup lumpur tak dapat 
menampilkan keberhargaannya ...

Satu hal lagi yang saya liat adalah ... biasanya orang yang memiliki 
idealisme seperti tokoh-tokoh dalam film tersebut, sulit 
mempertahankan idelismenya karena dihadapkan pada urusan hal-hal 
yang realistis seperti urusan perut, ekonomi dsb ... Sampai kapan 
mereka bisa memperjuangkan idealismenya jika makan saja susah ...

Terakhir, film ini sangat menyentuh dan harusnya kita bersyukur jauh 
lebih beruntung dari mereka ...

david

--- In [email protected], "ikhsan.hikmawanto" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau kata teman saya yang asli Belitong.
> Dialek melayu di film, khususnya dialek Cut Mini, malah terkesan 
bukan melayu Belitong, lebih mirip melayu Malaysia kayaknya.
> Alih-alih mencari aktris yg jago bahasa melayu, malah kepeleset di 
dialeg, hehehe..
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Martin L. Peranginangin 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Friday, October 03, 2008 7:57 AM
>   Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Laskar Pelangi
> 
> 
>   Bung David, 
>   Soal idealisme terkadang memang tidak masuk akal. Namun setiap 
saja 
>   ada kosa idealisme dalam hidup ini pasti ada perjuangan di sana, 
>   terlepas sejauh mana perjuangan itu berlangsung. Kalau menurut 
Bung 
>   ndak masuk akal, ya masuk akal juga. Tapi itu hanyalah sebuah 
cerita, 
>   yang mencoba mengangkat soal idealisme juga nasionalisme, saya 
kira.
> 
>   MP
>


Kirim email ke