si pendi mae dan preddi mak itu  punya leverage 1:150 , sementara 
investment bank  yg investasi RMBS / mortgage debt securitization 
1:40. Idealnya hanya 1:10. sbg perbandingan saja, common investor 
untuk perdagangan saham cuman punya 1:2 margin leverage dan komoditi 
1:12 kalau ndak salah.

jadi si pendi dan lehman brothers/bears stearns dkk ini seperti judi 
di las vegas dengan leverage berpuluh kali dari physical asset yang 
dipunyainya.

nah, interest rate yg sampai 5% itu terjadi berbarengan dengan peaknya 
harga rumah rata2 di AS yang paling tidak naik 2-3 kali lipat (200-
300%) hanya dalam jangka waktu 3-4 tahun saja. Sementara satu 
requirement agar trading RMBS ini berhasil, adalah home price equity 
yg harus naik terus (kalau berbalik, baik lender dan bank hampir pasti 
bangkrut).

Jelas saja pada satu titik karena naiknya terlalu cepat, akan terjadi 
kontraksi karena harga property akan tidak terjangkau buat org 
rata-rata yg tidak mengalami peningkatan pendapatan. Setelah itu mudah 
ditebak, market akan crash. 


wassalam,



carlos






--- In [email protected], rudyanto_nebeng 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rekan-Rekan FPK,
> 
> Lebih tepatnya bukan menyesali utang subprime mortgage tetapi 
> menyesali mengapa the Fed menaikkan suku bunga hingga 5,25% pada 
> Agustus 2007.
> 
> Pemimpin negara seluruh dunia mendesak Congress AS untuk menunjukkan 
> tanggung jawabnya dengan meloloskan bailout plan bahkan ada anggota 
> Congress dari Ohio (Partai Republik) yang mengusulkan agar 
diterapkan 
> Hukum Darurat Militer (Martial Law) bila bailout plan itu tidak juga 
> disetujui. Setelah kita tertipu dengan Free Market ala AS, mungkin 
> kita juga akan tertipu dengan Demokrasi ala AS. Hidup Jendral 
Tapioca
>  :)
> 
> Berita lengkapnya di:
> http://www.reuters.com/article/newsOne/idUSTRE4912JS20081003
> 
> Adanya kekhawatiran bahwa walaupun bailout plan ini lolos, tidak 
akan 
> menghindarkan AS dan Eropa dari resesi.
> 
> 70% pertumbuhan ekonomi AS didapat dari Consumer Spending. Nah, 
kalau 
> market ini kolaps, berapa persen kontribusi ekspor non migas 
> Indonesia ke AS+Eropa terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia?
> 
> Skala krisis Wall Street kali ini tidak bisa dibandingkan dengan 
9/11 
> dan Enron. Krisis ini setara dengan Great Depression 1929 atau 
bahkan 
> lebih parah. Bahkan PM Perancis Francois Fillon bahwa DUNIA di 
ambang 
> kiamat.
> 
> Best Regards,
> Rudyanto
> Mari Hemat BBM, Ayo Nebeng!
> 
> --- In [email protected], "Agus 
> Hamonangan" <agushamonangan@> wrote:
> >
> > Oleh DANDOSSI MATRAM
> > http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/03/02220299/
> subprime.mortgage.dan.bailout.selanjutnya...
> > 
> > 

Kirim email ke