Rekan-Rekan FPK,

Kalau Manchester United vs Arsenal 1:berapa ??? :)

Jadi kalau dilihat angka-angka di bawah, para bankir itu lebih cocok
jadi bandar judi yang diiming-imingi bonus gede. Tidak peduli banknya
bakal kolaps, yang penting bonus ngalir teruss...

Pemerintah Irlandia telah meluncurkan "sekoci penyelamatan" senilai
420 miliar dollar (yang ditanggung oleh pembayar pajak Irlandia
tentunya). Hal ini berfungsi sebagai jaminan bagi nasabah bank. Nilai
saham bank Irlandia naik tiga hari berturut-turut sebagai respon atas
kebijakan Pemerintah Irlandia yang bertujuan untuk memperkuat
deposito dan meyakinkan lembaga keuangan asing untuk meminjamkan dana
pada bank-bank Irlandia.

Menteri Keuangan Inggris dan negara Eropa lainnya marah dengan
tindakan Pemerintah Irlandia ini karena banyak nasabah banknya yang
pindah ke Irlandia.

Berita lengkapnya di:
http://www.sundayherald.com/business/businessnews/
display.var.2457153.0.after_the_fall.php

Mungkin Pemerintah Indonesia bisa meniru Pemerintah Irlandia ini,
daripada didahului Malaysia dan Singapura. Lupakan Free Market dan
Financial Liberalization. Kasus bailout AS sudah membuktikan bahwa
model begini sudah GAGAL.

Tinggal bagaimana caranya mengatasi TRAUMA BLBI saja.

Ambruknya Berlin Wall (Tembok Berlin) menandai jatuhnya komunisme,
demikian pula ambruknya Wall Street menandai jatuhnya MARKET
FUNDAMENTALISM (the ideology of free markets and financial
liberalization).

Best Regards,
Rudyanto
Mari Hemat BBM, Ayo Nebeng!

--- In [email protected],
"cpatriawgmail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> si pendi mae dan preddi mak itu  punya leverage 1:150 , sementara
> investment bank  yg investasi RMBS / mortgage debt securitization
> 1:40. Idealnya hanya 1:10. sbg perbandingan saja, common investor
> untuk perdagangan saham cuman punya 1:2 margin leverage dan
komoditi
> 1:12 kalau ndak salah.
>
> jadi si pendi dan lehman brothers/bears stearns dkk ini seperti
judi
> di las vegas dengan leverage berpuluh kali dari physical asset yang
> dipunyainya.
>
> nah, interest rate yg sampai 5% itu terjadi berbarengan dengan
peaknya
> harga rumah rata2 di AS yang paling tidak naik 2-3 kali lipat (200-
> 300%) hanya dalam jangka waktu 3-4 tahun saja. Sementara satu
> requirement agar trading RMBS ini berhasil, adalah home price
equity
> yg harus naik terus (kalau berbalik, baik lender dan bank hampir
pasti
> bangkrut).
>
> Jelas saja pada satu titik karena naiknya terlalu cepat, akan
terjadi
> kontraksi karena harga property akan tidak terjangkau buat org
> rata-rata yg tidak mengalami peningkatan pendapatan. Setelah itu
mudah
> ditebak, market akan crash.
>
>
> wassalam,
>
>
>
> carlos

Kirim email ke