Ini adalah contoh betapa issue ttg ketakutan thd liberalisasi pangan yg saya takutkan justru malahj d jebakan atau ancaman sesungguhnya.
Bagi saya , apa saja input produksi yg belum kita miliki dan kita perlukan gak papa kita impor mau bibit , mau pupuk , mau hali asing. dgn itu tinghkatkan produktivitas dan efisiensi kita. batasi impor barang jadi.. , tapi bahan baku... maish O K Lalu di lain pihak , kita tingkatkan kemampuan kita hingga lama kelamaan kita bisa bikin sendiri. Kita bisa menuju tujuan kita dgn berbagai jalan.. , kita bisa mencontoh dr berbagai negara yg beda beda caranya. Tapi yg pasti kita gak bisa merubah apa apa tanpa meningkatkan kemampuan produktivitas , efisensi dan inovasi kita. Tentu saja yang sudah kita bisa buat dgn cukup gak pelrukita impor.. ., tapi kalau belum ??? atau kalau bahan baku di LN malah lebih murah dan tersedia cukup , buat apa bikin sendiri ? a Dunia semakin rata .., perbatasan semakin gak ada. , tentu kita bisa menutup utk smenetara waktu tapi tidak utk selamanya. Bagi saya ketahanan pangan sesuai definisi nya adalah adanya jaminan bagi rakyat utk mendapat akses ke pangan yg cukup., gak perduli di bikin dalam negeri atau di luar negeri , gak peduli dgn teknologi karya bangsa asendiri atau karya bangs alain. Kita gak perlu bikin smeuanya sendiri. lha Singapure dan Saudi Arabia.., semua makannnya impor .. rakyat nya juga tetap punya ketahanan pangan kok. Kita memang pelru berdaulat , dan itu hanya bisa ..kalau kita PINTAR dan berakhlak..itu kata kuncinya. Biar hari ini ..kita impor bibit dr Cina kalau kita belum bis aproduksi bibit, biar kita impro pupuk dr Iran kalau kita nggak cukup produksi pupuk. Biar kita impor gandum,, kalau kita nggak punya ganfum atau bhn lain yg cukup utk bikin roti. lalu.. kita kerja keras , agar suatui hari .. kesemua pilar produksi itu bisa lepas dr ketergantungan melalui membuatnya sendiri kalu benar sumber suplai luar negerinya terbatas. Kalu belon belon udah nolak kapan majunya ? HS At 01:54 AM 05-10-08, you wrote: > Untuk itu, dalam mengatasi problem kemiskinan dan kelaparan, >pemerintah juga perlu mengutamakan kepentingan petani dengan sebisa >mungkin menutup keran liberalisasi ekonomi pertanian. Sebab kebijakan >liberalisasi pertanian hanya menjadikan petani tergantung terhadap >input dari luar. Kebijakan liberalisasi akan mengikis kedaulatan dan >kemandirian para petani dalam memenuhi kebutuhan pangan bangsa ini Diperlukan >suatu kesadaran bersama mengenai pentingnya pangan sebagai pondasi >vital eksistensi sebuah bangsa dan negara. Sekuat dan sebesar apa pun >sebuah bangsa, ia akan mudah bertekuk lutut dibawah kepentingan asing, >selama bangsa itu tidak mampu bersikap mandiri dalam hal memenuhi >kebutuhan pangan rakyatnya. Bukankah usia negeri ini sudah cukup tua >untuk terus menerus dijajah?. MERDEKA! > > > > > >[Non-text portions of this message have been removed]
