Pak HS,
soal ketahanan pangan
menurut saya sih nih ya...
100 persen impor gak masalah
bagi negara-negara yang jumlah penduduknya
DI BAWAH 50 JUTA JIWA

Tapi bagi negara yang jumlah rakyatnya
di atas angka 50 juta
yang impor harus sesedikit mungkin.
India - Cina - AS juga impor pangan
tapi hanya sekian persen.

Jadi kalau kita yang 200 juta lebih
dipimpin oleh pedagang ya pasti milih impor
dapat komisi
tapi rakyat pada bunuh diri...

Salam
Adhie M Massardi

--- On Sat, 10/4/08, Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] PANGAN SEBAGAI PONDASI VITAL  EKSISTENSI 
SEBUAH NEGARA
To: [email protected]
Date: Saturday, October 4, 2008, 7:07 PM











            Ini adalah contoh  betapa issue ttg ketakutan thd liberalisasi 
pangan

yg saya takutkan justru malahj d jebakan atau ancaman sesungguhnya.



Bagi saya , apa saja input produksi yg belum kita miliki  dan kita

perlukan  gak papa kita impor



mau bibit , mau pupuk  , mau hali asing.



dgn itu tinghkatkan produktivitas dan efisiensi kita.



batasi impor barang jadi.. , tapi bahan baku... maish O K



Lalu di lain pihak  , kita tingkatkan kemampuan kita hingga lama

kelamaan kita bisa bikin sendiri.



Kita bisa menuju tujuan kita dgn berbagai jalan.. ,  kita bisa

mencontoh dr berbagai negara   yg beda beda caranya. Tapi yg pasti

kita gak bisa merubah apa apa tanpa meningkatkan kemampuan

produktivitas , efisensi dan inovasi kita.



Tentu saja yang sudah kita bisa buat dgn cukup gak pelrukita impor..

., tapi kalau belum ???  atau kalau bahan baku di LN malah lebih

murah dan tersedia cukup , buat apa bikin sendiri ?

a

Dunia semakin rata .., perbatasan semakin gak ada.  , tentu kita bisa

menutup utk smenetara waktu tapi tidak utk selamanya.



Bagi saya ketahanan pangan sesuai definisi nya adalah adanya jaminan

bagi rakyat utk mendapat akses ke pangan yg cukup., gak perduli di

bikin dalam negeri atau di luar negeri , gak peduli dgn teknologi

karya bangsa asendiri atau karya bangs alain.



Kita gak perlu bikin smeuanya sendiri.



lha Singapure dan Saudi Arabia.., semua makannnya impor .. rakyat nya

juga tetap punya ketahanan pangan kok.



Kita memang pelru berdaulat , dan itu hanya bisa ..kalau kita

PINTAR dan berakhlak..itu kata kuncinya.



Biar hari ini ..kita impor bibit dr Cina kalau kita belum bis

aproduksi bibit, biar kita impro pupuk dr Iran  kalau kita nggak

cukup  produksi pupuk. Biar kita impor gandum,, kalau kita nggak

punya ganfum atau bhn lain yg cukup  utk bikin roti.



lalu..



kita kerja keras  , agar suatui hari .. kesemua pilar produksi

itu   bisa lepas dr ketergantungan melalui membuatnya sendiri  kalu

benar sumber suplai luar negerinya terbatas.



Kalu belon belon udah nolak kapan majunya ?



HS

Kirim email ke