yang tadi belum lengkap ya..

Cina saat ini impor pangan gede banget.. lho..

Sebenarnya yg penting adalah  bhw impor sama dengan kebutuhan 
dikurangi produksi dalam negeri

maukurnagi impor  ya tingkatkan produksi dalam negeri

mau tingkatkan produksi dalam negeri ya cukupi imput utk produksi 
itu.., ya bibit .., ya pupuk , ya irigasi, ya 
teknologoi  penanamannya  ya  ya terknologi pasca paennnya

nah sampai disini ..lagi lagi.., kalau  inputnya di dalamnegeri gakl 
cukup.. ya impor aja  .. pupuk nya .. impior aja benih nya.


Jangan imor carre4 ..


itu kita tottally gak pelkru

biar edagabng tradisional aja yg jualan.

Cina itu sudah pakai GM.. ..

Indoia ya sama aja

Pesan saya.. jangan takut pd teknologi baru..

pesan sy fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi bukan 
pada penolakan impor



HS



At 09:47 AM 05-10-08, you wrote:

>Pak HS,
>soal ketahanan pangan
>menurut saya sih nih ya...
>100 persen impor gak masalah
>bagi negara-negara yang jumlah penduduknya
>DI BAWAH 50 JUTA JIWA
>
>Tapi bagi negara yang jumlah rakyatnya
>di atas angka 50 juta
>yang impor harus sesedikit mungkin.
>India - Cina - AS juga impor pangan
>tapi hanya sekian persen.
>
>Jadi kalau kita yang 200 juta lebih
>dipimpin oleh pedagang ya pasti milih impor
>dapat komisi
>tapi rakyat pada bunuh diri...
>
>Salam
>Adhie M Massardi

Kirim email ke