Saat ini tingkat ketidak percayaan kita pada aparat hukum sangat sangat tinggi
Namun mungkin kadang ada baiknya kita memberikan kesempatan sekali lagi
Seperti Ikal salah satu laskar pelangi memberikan dirinya kesempatan sekali 
lagi sehingga ia bisa menembus impiannya sekolah di Sorbone.
 
Walaupun benar kata anda, Amerika menggunakan sistem juri, tapi bukan berarti 
prosecutor melompong juga sih. Maka karena ada dugaan menghabiskan anggaran 
untuk jalan-jalan,  sebaiknya dijelaskan secara detail program itu, jadi kita 
bisa mewatch kelakuan 10 orang itu,yang apabila terbukti salah, kita bisa 
mengajukan protes keras agar besok-besok gak kejadian lagi. Mungkin ada yang 
bilang: huh harapan pepesan kosong, hare gene masih mengharap kelakuan baik 
dari orang-orang itu. Tetapi aku sih cuma mikir, kali ajaaaaa mereka saat ini 
mau bener.
 
Rima

--- On Sat, 10/11/08, elizabeth fang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: elizabeth fang <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] 12 Jaksa Belajar Pemberantasan Korupsi di AS
To: [email protected]
Date: Saturday, October 11, 2008, 4:16 AM






Menurut saya ngapin berkaca pada peradilan AS. Eropa lebih tegas soal keputusan 
hukum. Di AS saja kan korupsi masih tinggi. Selain itu, sistem peradilan mereka 
kan tidak hanya bergantung pada hakim, tetapi juga pada dewan juri yg terdiri 
dari berbagai kalangan. Di peradilan kita, mana ada sistem seperti itu. Makanya 
suap menyuap hakim di sini tinggi sekali., karena keputusannya kan sentral di 
satu titik saja.

Kalau di AS, mau nyuap hakim, kalau juri blg salah, ya apa mau dikata. Percuma 
kan?!

Belajar kalau hanya 10 hari juga masih kurang.
Yah, jaksa belajar apa disana? Masalah ketegasan menuntut, keberanian utk 
melawan itu kan dtg dari diri sendiri. Apakah mereka berani utk menentang hati 
nurani, tahu salah tapi ngotot benar. Ga berani nuntut karena mencium bau uang.

Belajar sekarang mah percuma. Toh sewaktu sekolah hukum mereka kan sudah 
diajari soal kebenaran itu harus berpihak pada siapa.

Ini mah baunya jalan-jalan n menghabiskan anggaran negara saja. Mendingan 
duitnya buat memperbaiki sistem pendidikan dan membangun sarana di tempat 
terpencil. (Kok jd kayak laskar pelangi, hehehe)...

Liz

Powered by Telkomsel BlackBerry�

Kirim email ke