Ya itu maksudku Pak Manneke Makanya harus ada kejelasan yang berangkat siapa, apa yang harus dipelajari di sana. Jadi pas mereka pulang, kita-kita ini bisa turut mewatch kerja mereka. Memang kita pasti langsung berburuksangka kalau udah pejabat or petugas kita pergi ke luar negeri, tujuan utama adalah plesiran. Tapi ceritanya, mumpung abis idul fitri, kembali nol (kayak iklan pertamina), coba-coba berbaik sangka. � Rima
--- On Sun, 10/12/08, manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: 12 Jaksa Belajar Pemberantasan Korupsi di AS To: [email protected] Date: Sunday, October 12, 2008, 1:05 AM Kejaksaan AS termasuk sebagai kejaksaan yang paling galak di dunia, dan kalau sudah menguber calon terdakwa, nggak akan pernah berhenti. Masih ingat dulu Jaksa Kenneth Star, yang bikin hidup menjadi neraka buat Bill Clinton terkait dengan skandal Lewinski? � Tapi, agar bisa galak dan jitu, dia harus cerdas dan tahu banyak liku-liku kejahatan. Jadi, mungkin ada gunanya dipelajari. Asal porsi pelajaran nggak cuma 10% dibanding porsi pelesiran. Paling bagus ya setelah pulang semua jaksa yan dikirim ke AS itu disuruh bikin paper untuk memaparkan hasil belajarnya dan usulannya buat perbaikan kinerja kejaksaan RI. � Jika mereka mendapat jabatan atau pos tertentu, mereka juga harus dikasih target untuk menyelesaikan kasus-kasus yang ada di bawah wewenangnya secara memuaskan. � manneke
