Sebenarnya dimedia masa di Eropa dan Inggris sudah selalu menuliskan akan sepak terjang negara-negara Amerika Latin yang sedang berjuang untuk kepentingan rakyatnya, walaupun dengan naga sedikit negative. Saya rasa karena mereka mempunyai kekuatiran yang besar bahwa negara-negara Amerika Latin sedang berusaha untuk bisa menyejahterakan rakyatnya dimasa depan. Jika rakyat di Paraguay dan Venezuela, bisa menjadi sejahtera, mereka akan bisa mandiri, maka hal itulah yang dikhawatirkan negara-negara adidaya. Karena tidak bisa lagi mencuri harta karun yang terpendam dinegara tersebut dengan se-enaknya. Ya dengan cara melakukan tarnsaksi yang selalu menguntungkan negara adidaya dan malahan merugikan negara penghasil tambang-nya.
Hal-hal yang bersifat sosialis sudah dicap 'negative" bagi negara-negara adidaya. Maka di Asiapun hal tersebut sangat ditutup rapat-rapat oleh medianya, agar masyarakat awam tidak mengetahui sepak terjang negara-negara Amerika latin saat ini. Indonesia harus banyak belajar dari para pemimpin Amerika Latin yang baru tersebut, seperti Fernando Lugo - Presiden Paraguay yang baru dilantik, belajar dari kebijakan-kebijakan dan cita-cita Bung Karno, pada masa Bung Karno menjalankan perlawanan terhadap kolonialisme. Seharusnya masyarakat Indonesia muda saat ini malu, karena pemimpin di Amerika Latin saja sangat menghargai Pahlawan Bangsa Indonesia, kita kok malah mengecap Bung Karno bukan pahlawan dan memperlakukan beliau dengan sangat rendah. Menyedihkan.... Salam, Yuli --- On Fri, 11/7/08, Fajrian difa vedder <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Fajrian difa vedder <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Percakapan dengan Lugo dan Chavez > To: [email protected] > Date: Friday, November 7, 2008, 2:30 AM > sayang orang-orang seperti Lugo tidak didukung oleh media > yang luas seperti obama. padahal apa yang mereka lakukan > mungkin lebih dahsyat dari Obama. dan ini semua mungkin > karena mereka Sosialis. > > salam > > Rian
