ia yalagi coba lihat aja JK berhasil gal nego sampai harganya USD 18 per mm bru.
saya juga pernah baca kontrak di jaman Mega itu.. paling gak menyelamatka ninvestasi krn sudah diatas HPP lha kalau ad ayg mau renego ya renego aja gak pakai nyalahin keadaan lalu. lha siapa snag bisa naik sampai USD 147 dan siapa sangka bisa turun lagi jadi dibawah USD 50 Asal tahu aja.. dgn turunnya CPO, banyak kontrak CPO kita di batalkan atau di renego.. tanpa mrk jadi cengeng ( mereka itu orang asing ) .., menyalahkan pendahulunya yg teken kontrak padagharga sebelumnya Mekra aja gak segan renego kontrak.. siapa sauru .. kta segan ?? ( mereka ituremasuk cina lho yg batalkankontrak CPO ) HS At 09:29 AM 22-11-08, you wrote: >Tampaknya artikel ini sudah sangat ketinggalan >jaman dan hanya mewakili kepentingan politik pihak JK-Golkar-Sby. >Disebut ketinggalan jaman karena artikel ini >masih memakai harga minyak dunia 120 dolar, >padahal saat ini harga minyak 50 dolar, atau 12 >dolar lebih tinggi dari asumsi harga LNG tangguh yg 38 dolar. >Fakta-fakta yg tidak dimasukkan oleh adalah : >- proyek LNG tangguh dibangun sejak 20 tahun >lalu dan tidak laku dijual. baru Megawati lah yg mampu menjual lng tangguh >- Harga minyak pada saat ditandatangani >penjualan lng tangguh adalah 20 dolar (2002) dan >kontrak memakai asumsi harga minyak 15-25 dolar. >Pada thn 2002 tidak ada seorang/ satu lebaga pun >yg sudah meramalkan harga minyak setinggi skrg, >bahkan, berdasarkan OPEC yearbook 2001-2030, >prediksi harga minyak tidak akan melampaui harga 30 dolar AS. >- Pada saat kontrak ditandatangani, pasar lng >adalah buyers market artinya pasokan lng sangat >berlebih sedangkan permintaan sedikit sehingga >harga lng sangat ditentukan oleh pembeli >(kondisi sebaliknya terjadi pada saat kontrak Badak) >- Negara lain mengalami hal yang sama seperti >Indonesia yaitu Australia, Qatar dan Rusia. >Qatar bahkan menjual ke Taiwan dgn harga 1, 8 >dolar, dibawah tangguh yang 2,66 dolar. >- Kontrak lng tangguh bukan tidak dapat >diperbarui, tetapi dapat diperbaiki setiap 2 tahun. > > >Analisis yg diajukan JK-Golkar-SBY sangatlah >parsial dan tidak menyeluruh, tidak >mempertimbangkan dampak yang dapat timbul >karenanya, dan sangat reaktif. Buktinya, ketika >sekaranng harga minyak "hanya" 55 dolar, >kelompok JK-Golkar-SBY tidak bisa ngomong apa-apa. >Akibat ulah JK-Golkar-SBY tsb, maka skrg >Indonesia kesulitan dlam memdapatkan pembeli lng >untuk proyek Senoro. Masyarakat Internasional >sudah tahu komitmen Indonesia untuk menghargai >kontrak sangatlah tipis. Hukum hanya menjadi mainan politik saja. > >ketika sekarag harga minyak tinggal 55 dolar dan >kredibilitas megawati sudah terlanjur tercoreng >oleh manuver politik ala JK-Golkar-SBY, apakah >mereka akan minta maaf kepada Megawati ? Apalagi >setelah tim renego ala SBY hanya menjadi bahan >tertawaan pihak China karena memakai harga >minyak 147 dolar. Duh, para pejabat yg hanya >bisa menjelekan pihak lain tapi tidak bisa >bekerja seharusnya tidak lagi menjadi pemimpin di negeri ini.
