Bung,

nampaknya ente tidak membaca selesai artikel tersebut. anda memang bagian
dari partai politik dan oleh karena itu anda tidak membaca artikel ini
secara obyektif.

artikel itu sudah sangat lama, dan beberapa data terutama menyangkurt
penurunan harga minyak tidak terkoreksi dalam artikel, tetapi sudah
dikatakan pada paragraf awal sebelum artikel ini direlease.

anda melihat artikel ini dari sudut pandang SBY-JK vs Megawati, padahal
sesungguhnya artikel ini ditulis dari sudut pandang mayarakat adat Papua
yang paling sial dalam proses ekonomi politik tersebut.

ok, saya tidak memiliki kewenangan untuk membantah email anda, tapi
barangkali anda bisa kirim email ke pembuat artikel itu yaitu Sdr. Hans
Gebze [EMAIL PROTECTED]

begitu dulu tuan, semoga anda tidak tersinggung!

2008/11/22 bambang segara <[EMAIL PROTECTED]>

> Tampaknya artikel ini sudah sangat ketinggalan jaman dan hanya mewakili
> kepentingan politik pihak JK-Golkar-Sby.
> Disebut ketinggalan jaman karena artikel ini masih memakai harga minyak
> dunia 120 dolar, padahal saat ini harga minyak 50 dolar, atau 12 dolar lebih
> tinggi dari asumsi harga LNG tangguh yg 38 dolar.
> Fakta-fakta yg tidak dimasukkan oleh adalah :
> - proyek LNG tangguh dibangun sejak 20 tahun lalu dan tidak laku dijual.
> baru Megawati lah yg mampu menjual lng tangguh
> - Harga minyak pada saat ditandatangani penjualan lng tangguh adalah 20
> dolar (2002) dan kontrak memakai asumsi harga minyak 15-25 dolar. Pada thn
> 2002 tidak ada seorang/ satu lebaga pun yg sudah meramalkan harga minyak
> setinggi skrg, bahkan, berdasarkan OPEC yearbook 2001-2030, prediksi harga
> minyak tidak akan melampaui harga 30 dolar AS.
> - Pada saat kontrak ditandatangani, pasar lng adalah buyers market artinya
> pasokan lng sangat berlebih sedangkan permintaan sedikit sehingga harga lng
> sangat ditentukan oleh pembeli (kondisi sebaliknya terjadi pada saat kontrak
> Badak)
> - Negara lain mengalami hal yang sama seperti Indonesia yaitu Australia,
> Qatar dan Rusia. Qatar bahkan menjual ke Taiwan dgn harga 1, 8 dolar,
> dibawah tangguh yang 2,66 dolar.
> - Kontrak lng tangguh bukan tidak dapat diperbarui, tetapi dapat diperbaiki
> setiap 2 tahun.
>
>
> Analisis yg diajukan JK-Golkar-SBY sangatlah parsial dan tidak menyeluruh,
> tidak mempertimbangkan dampak yang dapat timbul karenanya, dan sangat
> reaktif. Buktinya, ketika sekaranng harga minyak "hanya" 55 dolar, kelompok
> JK-Golkar-SBY tidak bisa ngomong apa-apa.
> Akibat ulah JK-Golkar-SBY tsb, maka skrg Indonesia kesulitan dlam
> memdapatkan pembeli lng untuk proyek Senoro. Masyarakat Internasional sudah
> tahu komitmen Indonesia untuk menghargai kontrak sangatlah tipis. Hukum
> hanya menjadi mainan politik saja.
>
> ketika sekarag harga minyak tinggal 55 dolar dan kredibilitas megawati
> sudah terlanjur tercoreng oleh manuver politik ala JK-Golkar-SBY, apakah
> mereka akan minta maaf kepada Megawati ? Apalagi setelah tim renego ala SBY
> hanya menjadi bahan tertawaan pihak China karena memakai harga minyak 147
> dolar. Duh, para pejabat yg hanya bisa menjelekan pihak lain tapi tidak bisa
> bekerja seharusnya tidak lagi menjadi pemimpin di negeri ini.


Kirim email ke