Memang soal sogok menyogok sudah lazim di dunia dagang sapi dan daging. Ingat kan Gus Dur pernah mempopulerkan hal ini?
Gak percaya? Coba cek di pelabuhan sana. Berapa ekor sapi masuk per bulan dan berapa yang benar-benar masuk karantina selama 14 hari? Soal izin prinsip import silahkan coba cek departemen pertanian dan bagaimana prosesnya. Ingin lebih gampang lagi? Coba cek nama kepala karantina di pelabuhan dan hitung gajinya kira-kira berapa dan diperbandingkan dengan mobilnya misalnya saja. Ini memang harus diberantas habis. Soal daging import yang dari NZ atau OZ memang masih aman, tapi tetap aja keuntungannya ya ada di perusahaan tersebut. Makanya banyak yang mau nyogok karena sebanding dengan keuntungan. Padahal beberapa tahunlalu kebutuhan sapi import hidup saja 400.000 ekor setahun. Bisa dikalikan tho berapa banyak uangnya? Nah kalau yang resmi aman saja sudah untung apalagi kalau yang gak aman dari penyakit. Pasti lebih murah dan margin keuntungannya bisa lebih besar. Selanjutnya japri saja deh soal ini. Salam, AKY "It is better to die on your feet than live on your knees". -- Emiliano Zapata -- [Non-text portions of this message have been removed]
