dah tahu ya permainan sapi hidup ? bagus kalau gitu jadi ngerti betapa mrk juga gak suci suci amat..
bayangkan kalau saya jadi pengekspor Australia misal Rp.10 rb aja di sisihkan per ekor dr 400 rb itu a buat dikirim ke para pendukung penolak impor dr Brazil udah lumayan lho.. tentunya spy mrk terus berjuang hanya mrk ygboleh ekspor ke indonesia asal tahu aja harga sapi perekor lebih dr 8 juta..apalah artinya 10 rb. atau Rp.100 aja pe rkg daging frozen, lumayan gede.., apalah artinya Rp,.100 thd harga daging yg Rp.45.000 per kg nah akibatnya rakyat Indoneia harus makan daging mahal banget di banding sodaranya di Malayisa. yg notabene lebih kaya dan kita tanpa argumen ygbagus hrs percaya bhw impoor dr brazil adalahidentik dgn impor virus PMK HS At 01:52 PM 11/25/2008, you wrote: >Memang soal sogok menyogok sudah lazim di dunia dagang sapi dan daging. >Ingat kan Gus Dur pernah mempopulerkan hal ini? > >Gak percaya? Coba cek di pelabuhan sana. Berapa ekor sapi masuk per bulan >dan berapa yang benar-benar masuk karantina selama 14 hari? Soal izin >prinsip import silahkan coba cek departemen pertanian dan bagaimana >prosesnya. Ingin lebih gampang lagi? Coba cek nama kepala karantina di >pelabuhan dan hitung gajinya kira-kira berapa dan diperbandingkan dengan >mobilnya misalnya saja. > >Ini memang harus diberantas habis. Soal daging import yang dari NZ atau OZ >memang masih aman, tapi tetap aja keuntungannya ya ada di perusahaan >tersebut. Makanya banyak yang mau nyogok karena sebanding dengan keuntungan. >Padahal beberapa tahunlalu kebutuhan sapi import hidup saja 400.000 ekor >setahun. Bisa dikalikan tho berapa banyak uangnya? > >Nah kalau yang resmi aman saja sudah untung apalagi kalau yang gak aman dari >penyakit. Pasti lebih murah dan margin keuntungannya bisa lebih besar. > >Selanjutnya japri saja deh soal ini. > >Salam, > >AKY > >"It is better to die on your feet than live on your knees". > >-- Emiliano Zapata -- > >[Non-text portions of this message have been removed]
