Pak Fuad .. mohon jangan mendorong MUI mengeluarkan fatwa haram bagi perokok

nanti muslim Indonesia   jadi nambah  bahan tertawaan

soalnya fatwa nya gak diikitin
]
lha banyak hal haram di kerjakan terus kok

makruh udah cukup.. dan memang bgt adanya...

ayo  bikin aturan cerdas aja hambat perokok   juga law enforcementnya

misal  soal perda DKI, misal laragangan merokok bagi anak di bawah 18 tahun ...

boleh juga naikkan cukainya...

soal cukai .. saya dengar resmi ada bagian bagi Pemda  dari cukai 
rokok, lha perjuangkan juga ada bagian bagi para aktivis anbti 
rokok,, supaya bisa mensosialisasikan bahaya rokok

Saya gak merokok dan sebel  dgn  yg merokok.. tapi mempermainkan 
dalil agama ??  waaaahh  gak setuju  deee


Lha pengusung UU APP aja gak main fatwa...., cuma main UU

HS



At 07:55 AM 05-12-08, you wrote:

>Dear milissers ,
>
>Umumnya media massa memang tidak pro penanggulangan masalah rokok.
>Ditengah masifnya iklan rokok di media elektronik yang menggerojok 
>mereka dengan trilyunan rupiah , adakah mereka sediakan sedikit slot 
>untuk memberitahu pemirsanya tentang bahaya merokok ? Nyaris tidak ada .
>Kalaupun ada , itu hanya pada kesempatan kesempatan khusus , seperti 
>pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap tgl 31 Mei .
>Kenapa ?
>Karena memang belum ada aturan yang melarang iklan rokok.
>Bila nanti sudah ada aturan pelarangan iklan rokok di media massa 
>seperti di hampir seluruh negara beradab , baru media akan banyak 
>menulis tentang bahaya merokok.
>(kalau di Indonesia mungkin baru di abad yang akan datang.)
>
>Ada pepatah bahasa tegal : Don't bite the hand that feeds you .
>Umumnya media mendapat jatah kue yang sangat besar dari iklan rokok.
>thats why mereka rata rata ambigu dalam menyikapi ini.
>Namun sudah banyak kok media cetak yang "mengharamkan" iklan rokok 
>samasekali .
>Republika , Media Indonesia , Koran Tempo , Suara Pembaruan dll 
>adalah beberapa yang telah melakukan "pengharaman" itu.
>Mengapa ? Karena mereka tidak ingin menyajikan racun kepada para pembacanya .
>Jadi sesungguhnya tinggal cara memandang pepatah : Don't bite the 
>hand that feeds you tadi , yaitu siapa memberi makan siapa .
>Media yang tidak mau menggigit tangan industri rokok , atau media 
>tidak mau menggigit tangan pembaca/pemirsanya , karena keduanya 
>memang memberi mereka makan...
>
>Fuad Baradja
>Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM-3)
>Jakarta.

Kirim email ke