sebenarnya perokok dan larangan merokok sama-sama punya kepentingan.. yang satu diliat dari segi kesehatan yang lain diliat dari segi ekonomi dan lapangan kerja.. dua-duanya sama-sama ngotot..gak ada jalan tengahnya.... saya sih anti rokok dan gak mau terkena dampak asap perokok... perokok pasif itu lebih parah lho.. cuman gini aja... kita gak bisa melarang orang untuk tidak merokok... yah, anggaplah membantu orang mendapat pekerjaan.. jadi marilah kita saling menghargai.... seperti negara2 lain, hormati juga yang tidak merokok... asap rokok itu membahayakan kesehatan... pemilik industri rokok juga tau.. kalo gak, gak mungkin dong dia ikut mengingatkan kalo merokok itu berbahaya... biar lebih afdol...telan aja asapnya sendiri..jangan dihembuskan ke orang lain yang tidak merokok.. ikuti aturan pemerintah dan hati nurani....jangan mencelakai orang lain gara2 diri sendiri... merokoklah di tempat2 yang telah ditentukan....titik... kalo udah ada sanksi yang berat karena peraturan sudah diberlakukan, terima..jangan ngotot... orang Indonesia emang cenderung melanggar koq.. bukan cuman rokok....udah tau jam segini jalur 3 in 1 hanya untuk minimal 3 orang dalam 1 mobil...masih ada aja yg melanggar... kenapa sih harus cari masalah? apa masalah sendiri kurang banyak? jadi..... taati peraturan dan jauhi masalah demi orang banyak.. mau jadi orang baik kan? mulailah dari hal2 yang kecil, dari diri sendiri dan sekaranglah saatnya..
--- On Sat, 12/6/08, Roni Febrianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Roni Febrianto <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re : Masalah Rokok > To: [email protected] > Date: Saturday, December 6, 2008, 1:01 AM > Selamat Siang , > Sangat sulit menaggulangi masalah Rokok yang memang > ada banyak > kepentingan mulai dari Pajak ( negara ) , Lapangan Kerja ( > buruh dan > pedagang ,petani tembako ), Bisnis ( Pengusaha sekelas > Jarum ,Gudang > Garam dll ) belum lagi kebiasaan merokok yang sudah jadi > bagian dari > gaya hidup kalo ngak mau dibilang kebutuhan ,untuk pecandu > lebih baik > tidak makan siang dari pada tidak merokok . > Lihat di Karawang akan ada pabrik besar Group Sampoerna > yang sedang > dibangun yang menandakan industri Rokok tidak banyak > terpengaruh > krisis ,akan ada ribuan buruh yang akan dapat lapangan > kerja . > Kalo Pemerintah tidak bisa brantas tuntas Narkoba yang > jelas dilarang > negara dan Agama ,jangan berharap banyak untuk bisa > mengurangi jumlah > perokok apalagi saat sedang stress dalam krisis konon rokok > akan jadi > jalan pintas untuk mengurangi kepenatan . > Kalo DKI sudah ada Perda larangan merokok toh akan > diabaikan apalagi > kalo masih banyak iklan rokok dan kegiatatan sekelas Jak > Jazz ato Liga > Dji Sam Soe bisa diselenggarakan dengan sponsor pabrik > rokok .Silahkan > lanjutkan kampanye anti rokok bagi yang memang masih punya > idealisme . > > Terima Kasih
