Saya setujuu dengan mbak Jeny, kita jangan melarang orang untuk tidak merokok atau mengeluarkan fatwa haram oleh MUI terhadap rokok karena larangan atau pengharaman hanya yang diperintahkan oleh Allah. Kalau seandainya rokok dilarang, pabrik rokok akan tutup dan siapa yang akan memberi makan dan pekerjaan bagi buruhnya? sanggupkah pemerintah menyediakan lapangan kerja bagi buruh rokok yang rata-rata mereka berpendidikan rendah?. bayangkan jika tidak ada pabrik rokok, siapa yang akan membiayai olahraga? bagaimana negara mengumpulkan pajak kalau bukan dari cukai rokok, sementara kita sendiri malas atau bahkan mengemplang pajak. Kita tidak usah menutup mata melihat kenyataan ini atau cuek atau masa bodoh yang penting rokok diharamkan atau pabriknya ditutup. Biarkan saja rokok tetap ada, tetapi yang perlu diperhatikan adalah sediakan tempat untuk merokok dan denda terhadap pelanggaran diperbesar.
Wassalam David Priatna --- jenny tampi <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > sebenarnya perokok dan larangan merokok sama-sama > punya kepentingan.. > yang satu diliat dari segi kesehatan > yang lain diliat dari segi ekonomi dan lapangan > kerja.. > dua-duanya sama-sama ngotot..gak ada jalan > tengahnya.... > saya sih anti rokok dan gak mau terkena dampak asap > perokok... > perokok pasif itu lebih parah lho.. > cuman gini aja... > kita gak bisa melarang orang untuk tidak merokok... > yah, anggaplah membantu orang mendapat pekerjaan.. > jadi marilah kita saling menghargai.... > seperti negara2 lain, hormati juga yang tidak > merokok... > asap rokok itu membahayakan kesehatan... > pemilik industri rokok juga tau.. > kalo gak, gak mungkin dong dia ikut mengingatkan > kalo merokok itu berbahaya... > biar lebih afdol...telan aja asapnya sendiri..jangan > dihembuskan ke orang lain yang tidak merokok.. > ikuti aturan pemerintah dan hati nurani....jangan > mencelakai orang lain gara2 diri sendiri... > merokoklah di tempat2 yang telah > ditentukan....titik... > kalo udah ada sanksi yang berat karena peraturan > sudah diberlakukan, terima..jangan ngotot... > orang Indonesia emang cenderung melanggar koq.. > bukan cuman rokok....udah tau jam segini jalur 3 in > 1 hanya untuk minimal 3 orang dalam 1 mobil...masih > ada aja yg melanggar... > kenapa sih harus cari masalah? apa masalah sendiri > kurang banyak? > jadi..... > taati peraturan dan jauhi masalah demi orang > banyak.. > mau jadi orang baik kan? mulailah dari hal2 yang > kecil, dari diri sendiri dan sekaranglah saatnya..
