Ah, ini cuma soal istilah saja. Faktanya sih memang anak-anak itu yang 
dikorbankan. Tanpa dimintai pendapat, tidak orang tuanya, tidak juga gurunya. 
Prinsipnya, yang lemah harus minggir. Gitu kan ya?
 
manneke

--- On Mon, 12/8/08, w.kasman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: w.kasman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah
To: [email protected]
Received: Monday, December 8, 2008, 7:07 AM






IYA, tapi istilahnya bukan " disingkirkan" begitu Bu. Coba bayangkan, pagi-pagi 
sekali berebut naik kendaraan sama anak-anak sekolah. Mereka menyerbu, memenuhi 
kendaraan terus dengan cuka cita berdiri berjejalan di pintu-pintu kendaraan. 
Masalahnya, terus kenapa berebut sama anak-anak sekolah? Bukankah lebih baik 
mundur dan mengalah, biarkan mereka naik terlebih dulu. Jam sekolah buat 
anak-anak boleh diajukan atau diundurkan, atau jam kerja kantor yang diundurkan 
atau dimajukan - tinggal pilih salah satu. Yang penting ada antrian. Manusiawi 
bukan? Tapi hal ini tentu tidak berlaku bagi yang biasa mengantar anak-anaknya 
sekolah dengan kendaraan sendiri. Mungkin perlu aturan khusus bagi mereka ya?

Salam/WK

Kirim email ke