Ada Boss.. DKI punya plan Transportasi Makro.. yg antara lain memuat pengembangan angkutan umum massal..(sdh dimulai dengan busway) dan pembatasan kendaraan. sebenarnya sih bukan rahasia... karena sy pun sering mendapati hal tsb di media massa..
Solusi transportasi memang perlu multiple measures... sekaligus menjawab pak Emir... mengembangkan angkutan umum massal memang tidak mudah, perlu waktu dan perlu biaya. maka progress-nya terlihat lambat. tapi coba bandingkan dngan 5-6 tahun lalu, ketika belum ada busway.. beban anak sekolah memang besar.. sy pun pahami itu.. kalau mau dikurangi bebannya bukan dengan jam sekolah.. tapi metode belajar nya.. dan juga metode didaktika-nya. mengapa perlu buku ber-kilo-kilo? ini kan juga akibat main-mata pengurus sekolah dengan sales percetakan.. transportasi adalah hal yg kompleks.. dan pendidikan dasar pun juga tidak kalah kompleks.. Pak Emir,... sgt jeli melihat permasalahan... mengapa mereka yg merumput di Jakarta ber-rumah nun jauh di tangerang, sehingga perlu 20 KM lebih utk ke tempat kerja.. ya, memang.. kita perlu obat yg lebih manjur.. yaitu solusi tata ruang.. tata ruang yg sehat akan menghasilkan pola transportasi yang sehatpula.. sy pun selalu memberikan catatan bahwa seharusnya sekolah itu berkualitas baik dan merata secara spasial, sehingga OrTu menyekolahkan anaknya di sekolah terdekat.. karena tiap kecamatan sudah ada sekolah SD,SMP,SMU.. jadi tidak perlu sampai ganti angkot 4 kali utk sekolah.. Setuju Pak Emir... ultimate solution adalah solusi tata ruang.. namun pengalaman Vancouver utk 'urban-retrofit' butuh waktu 20 tahun dan dilakukan dengan konsisten.. semoga saja dengan rusun-2 di dalam kota Jakarta dapat menarik mereka yg sekarang tinggal jauh di Bodetabek.. dan semoga saja ada peluang usaha baru di Bodetabek yg sesuai dengan preferensi kerja masyarakat setempat. Literatur memang banyak... tapi kita tidak membuat intervensi di ruang sos-pol yg vakum. Sehingga solusi yg optimal secara engineering belum tentu optimal secara sos-pol.. sy pun mengakui bahwa solusi pemindahan waktu aktivitas (bukan hanya anak sekolah) adalah solusi yg 'below the line'. tapi bukannya akan nihil kalau jadi dilakukan. salam, -K- On Wed, Dec 10, 2008 at 3:42 AM, manneke budiman <[email protected]>wrote: > Yakin sih yakin, tapi mana wujud nyatanya, Boss? > > Ada rencana? Ada visi? Ada siaran pers dari pemda DKI? Ada master plan? > Atau situ "orang dalam" yang punya info rahasia dan tak diketahui orang lain > di manapun juga? Bagi dong... > > Jangan sampai nanti kenyataannya tak ada aksi atau program lain, situ malu > sendiri. Sudaj jadi jubir, eh kaga taunya tong kosong nyaring bunyinya. > > manneke
