Komentar tak mutu di bawah ini nyaris tak mengatakan apa-apa soal lalu-lintas (yang dijadikan alasan perubahan jam masuk sekolah)--selain cuma bilang "di samping untuk mengurangi kemacetan" (cuma sampingan ya?)--melainkan panjang-lebar bicara soal jam tidur/bangun anak. � Repot juga ya menjelaskan ke orang-orang lieur seperti ini bahwa ini adalah soal LALU-LINTAS, bukan persoalan anak sekolah! Pikiran kok muter ke mana-mana kaya komidi puter di Dufan? � Pantes kalo pernah ada riset yang bilang sebagian penduduk Jakarta SAKIT JIWA. Sekarang jadi ngerti saya kenapa kok begitu.
--- On Wed, 12/10/08, Abdul Majid <[email protected]> wrote: From: Abdul Majid <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah To: [email protected] Received: Wednesday, December 10, 2008, 8:46 PM Saya setuju dengan itu. Pagi itu lebih baik, masih segeeeeeeeeeeer, belajar juga enak. Anak-anak bisa tidur lebih awal, jam 9 malam mereka sudah harus tidur, itu dapat mengurangi mereka menonton TV di rumha yang semakin malam, tontonan semakin tidak mutu. Mereka juga bisa bangun lebih pagi, bisa sholat subuh dulu bagi mereka yang beragama Islam. Yang non dapat berolahraga dulu. Ini saya kira sangat positif, disamping untuk mengurangi kemacetan juga mengubah kebiasaan anak-anak yang sering bangun siang. Cuma ini memang masalah pada sosialisasi saja dan pengambilan aspirasi yang top-down betul kata bung Harya. Toh, sebetulnya ada banyak sekolah yang memang sudah masuk pada jam 06.30. Ini bukan hal baru, apa lagi ada rekor dunia segala. ngawur itu, lebih ngawur lagi membandingkannya sama luar negeri yang sudah jelas beda, beda dan beda. Coba kalau ambil perbandingan itu Mbo yao dari yang terdekat dulu. Bagaimana mau rekor dunia, la wong rekor lokal aja tumbang!!!. Sudah banyak sekolah-sekolah swasta yang masuk pagi. :)
