Itu mah bukan ngomporin pak, dan juga emang gak perlu dikompor2in.. Masih inget kan kasus "keselip lidah"-nya Mubarok? Itu kan udah tanda2 jelas kalo SBY dan Partai Demokrat emang udah punya niat ninggalin JK dan Golkar. Kalo sekarang suara PD melambung jauh berarti niat SBY dan PD itu emang didukung oleh rakyat.Biarin aja PD memimpin koalisi dengan partai2 menengah yang ada di DPR seperti PKS, PAN, PPP dan PKB sebagai anggota koalisi. Saya yakin koalisi ini udah lebih dari 50% kekuatan di DPR. Kapan lagi kita punya kesempatan membersihkan pemerintahan dari segala macam unsur Partai Golkar setelah 30 tahunan ini negara makin hancur setelah Golkar ikut dalam pemerintahan? Apa bener bapak pengennya koalisi PD cuma ama Golkar, trus JK tetep jadi wapres, dan jatah kursi menteri Golkar (yang bakal diisi ama orang2 kayak Aburizal Bakrie) bertambah banyak?? Menurut saya sih PKS dll itu lebih baik daripada Golkar..
Wassalam.. FADIL <http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/119975;_ylc=X3oDMTJ0MjZ2czc4BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxMTk5NzUEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTIzOTQwMDY0OA--> Posted by: "adi sasongko" [email protected] <[email protected]?subject=+re%3a%20demokrat%20mulai%20membuka%20koalisi> adisasongko_san <http://profiles.yahoo.com/adisasongko_san> Fri Apr 10, 2009 2:45 pm (PDT) Dengan suara paling tinggi Demokrat semakin dilirik oleh partai2 lain. Terlihat jelas sekali manuver politik PKS yang getol mengompori supaya Demokrat tidak berkoalisi dengan Golkar. Dalam berbagai kesempatan Sekjen PKS senang sekali mengulang-ulang bahwa JK tidak mau berduet kembali dengan SBY karena ini merupakan sebuah tindakan siri. Memang jika SBY tidak lagi berduet dengan JK maka artinya PKS menjadi potential partner bagi Demokrat. Sementara jika SBY tetap berduet dengan JK maka kedua partai ini sudah bisa menguasai lebih dari 50% kursi DPR. Dan ini artinya tidak perlu berkoalisi dengan PKS. Kalau PKS tidak masuk ruling parties, maka dia akan kehilangan sejumlah kursi menteri yang pernah menjadi jatahnya. Kita lihat saja apakah PKS memang konsisten sebagai partai dakwah atau memang menjadi semakin pragmatis berebut kekuasaan dan memanfaatkan dakwah hanya sebagai alasan mengejar kekuasaan...... Adi Sasongko [Non-text portions of this message have been removed]
