Pastilah ada yang mengeruk keuntungan dari kisruhnya DPT, kalau ada yang mengelak atau cuci tangan kayaknya nggak gentelmen terus cari kambing hitam. Emang data kependudukan dibuat atau produk kpu, lucukan terus ujuk-ujuk nyalain kpu. Memang secara prosedur seharusnya kpu sudah dapat membaca akan timbulnya kekacauan ini juga panwaslu atau bawaslu. Jadi kalau hanya kesalahan dari kisruhnya dpt dilemparkan ke kpu lah tanggungjawab yang buat data kependudukan mau dikemanakan.....Jangan deh bohongin rakyat terus, ini penjoliman namanya....Hak memilih rakyat kok dirampas.....Mudah-mudahan dpt pilpres jangan seperti ini lagi....Jayalah NKRI
--- Pada Sab, 11/4/09, Adyanto Aditomo <[email protected]> menulis: Dari: Adyanto Aditomo <[email protected]> Topik: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kisruh DPT, Manajemen yang Buruk atau Kesengajaan ? Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 11 April, 2009, 1:13 AM Yang saya herankan, sampai detik terakhir menjelang Pemilu 9 April 2009, SBY tetap menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan DPT. Saya khawatir pernyataan ini untuk menutupi dicopotnya Kapolda Jatim akibat memproses dugaan pemalsuan DPT oleh Ketua KPUD Jatim. Yang dilakukannya adalah: Membangun Kebohongan Baru Untuk Menutupi Kebohongan Lama. Tetapi setelah terbukti DPT diseluruh penjuru Tanah Air bermasalah, SBY langsung cuci tangan dan mengalihkan tanggung jawab sepenuhnya ke KPU. SBY sejak awal terlihat tidak perduli dan tidak mau tahu dengan adanya dugaan kekacauan data pemilih sejak statusnya masih DPS. Inikah profil pemimpin Partai Pemenang Pemilu 2009? Masih pantaskan dia jadi Presiden periode 2009 - 2014? Salam, Adyanto Aditomo
