Dan satu hal lagi, ibu kiki bilang "Kalau mau tilang saya silahkan". Menurut pendapat sy, Polisi tersebut tidak akan menilang ibu kiki. Karena sesungguhnya yg tidak boleh dilakukan ibu kiki saat itu adalah belok kiri, dan saat itu ibu kiki blm sempat belok kiri. Masih untung polisi tdk membiarkan ibu kiki belok kiri dan kemudian menilangnya (menjebaknya). Jadi sekali lg, sy tdk akan pernah menarik sebuah kesimpulan, tapi ini adalah sebuah pendapat dalam diskusi ini, boleh khan???????
Salam Hangat Jhony ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, April 10, 2009 9:37:17 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kalau besar jangan jadi polisi ya Nak... Apa yang dikatakan Ibu Kiki ini menarik sekali. Ibu Kiki meminta Pak Johnny untuk tidak menghakimi beliau karena Bapak Johnny tidak ada di sana, sehingga Bapak Johnny salah menarik kesimpulan. Dengan memakai logika yang Ibu pakai, kalau begitu saya bisa juga bilang kepada yang menyalahkan polisi, "Don't judge the police as you were not there and please don't jump into the wrong conclusion.. ." Tetapi kalau saya melihat apa yg Ibu Kiki tulis di awal posting tsb, yang saya kutipkan di sini: ---------- Setelah melewati kantor walikota Jakarta Selatan, saya berniat belok ke arah jl. Bank tapi ternyata jalan ditutup karena banjir. Jadi saya lanjut menuju Prapanca untuk berbelok ke jl. Kemang Raya. Sebelum Hotel Prapanca, saya menyalakan sen kiri untuk minta pindah jalur dari kanan ke kiri. Tapi sulit sekali sampai mobil di depan saya (jalur kanan) sudah habis karena lampu ke arah arteri sudah hijau. Saya tidak mungkin terus ke Arteri yang sangat macet, jam berapa saya akan sampai rumah, kasian anak saya. Jadi saya tetap berniat pindah lajur kiri. --------- Ibu Kiki berada di jalur yang salah ketika beliau mau pindah jalur. Ini kesimpulan yang saya dapat dari tulisan Ibu di atas. Apalagi Ibu juga menulis: "Kalau mau tilang saya silahkan, tapi ngomong yang sopan Pak, di sini ada anak kecil.." Ibu Kiki bersedia ditilang. APakah ini menunjukkan bahwa Bu Kiki mengakui bahwa beliau salah, lepas dari upayanya untuk sampai di rumah lebih cepat? Kalau memang demikian adanya, mestinya Ibu Kiki tidak bersikar untuk pindah jalur yang jelas-jelas salah. Alasan Ibu Kiki dapat dibenarkan, tentu saja dengan logika Ibu Kiki sendiri. Tetapi bagaimana alau kesemuanya bertindak seperti itu? Apakah tidak akan kacau? Mungkin menurut pendapat Ibu Kiki, apa yang dilakukannya bisa dibenarkan. Tetapi cobalah Ibu Kiki melihat posisi polisi tsb. Mungkin Ibu Kikilah yang salah. Mungkin akan lebih baik jika polisi yang dimaksud itu juga anggota FPK, sehingga kita bisa melihat kejadian ini dari dua sisi. tidak dari sisi Ibu Kiki saja. Andreas.
