2009/4/15 Suhaimi <[email protected]> > > > om Bambang, > > Maap ikut nimbrung, konon menurut sinyalemen yang pernah beredar diangkasa > terkait dengan hal ihwal ini dimulai dari saat klimaks KLB PDI di hotel > Kemang Jakarta, konon katanya sang ketua umum terpilih (de facto) sudah akan > diculik dari hotel dan diselamatkan oleh 2 pati baret merah saat itu yaitu > mayjen HP (saat itu Pangdam Jaya) dan brigjen AG (saat itu direktur Bais-A) > Kisah berlanjut saat penyerbuan kantor DPP PDI, seharusnya berdasarkan > jadwal pagi itu (27 Juli) sang ketua umum (de facto) dengan didampingi oleh > para penasehat setianya akan mendatangi sekaligus menyampaikan orasi politik > di kantor DPP PDI, namun mendadak jadwal itu dibatalkan karena konon sang > ketum jam 05 subuh pada 27 Juli itu mendapat tilpon langsung dari pangdam > jaya (om Sutiyoso) yang menyarankan pada sang ketum agar membatalkan > jadwalnya ke kantor DPP PDI demi keselamatan ybs mengingat sang pangdam > berasa kehilangan beberapa batalyon dari baraknya. > > > Salam hangat, > Suhaimi > > Posisi AG waktu bukan dir-A bais. Memang benar yang menelpon adalah AG, > kalo pangdam ga nelpon waktu itu. Pangadam tidak merasa kehilangan > batalyonnya. Kasdam bertugas menyiapkan personil untuk serangan tersebut. > Komandan dilapangan adalah kapolres (polri masih jadi satu dengan TNI) yang > sekarang pangkatnya bintang satu dan jadi kadivhumas polri. Batalyon dari > TNI dari yonkav dan brigifjaya sakti. >
regards -- Seperti tanah, walaupun subur, ia takkan bisa produktif tanpa penyemaian. Demikian juga pikiran, tanpa budaya takkan pernah menghasilkan buah yang berkualitas. Seneca www.soehartoincbuster.org sawung.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed]
