Semua perusahaan yang bersifat transnasional dan multinasional, berperan aktif memiskinkan negara ini. Barang tambang diambil habis-habisan tanpa menyisakan sediktpun kemakmuran bagi mayoritas warga bangsa ini. Shell dan semua perusahaan sejenisnya memang hanya menghancurkan negeri ini. Bila Shell berperan dalam masalah Ambalat, itu juga benar. Kebenaran lainnya yakni Pemerintah Indonesia ini tak bisa melawan Malaysia. Era Megawati, Sipadan dan Ligitan lepas ke Malaysia, tanpa ada satupun letusan perlawan dari marinir Indonesia untuk menembak tentara laut Diraja Malaysia. Saat warga bangsa kita dihina tanpa ampun di Ambalat, juga tak ada letusan senjata api untuk menggertak keangkuhan tentara Malaysia. Negara macam apa ini, senjata tentara malah lebih banyak dipakai membunuh rakyat sipil! Pulau-pulau dicuri Malaysia, malah tak melawan! Indonesia adalah negara tentara, tapi tak pernah bisa melawan Malaysia sejak era Soekarno hingga SBY. Dari era Soekarno hingga Megawati, negara kita dan warga kita (TKI) dihina habis-habisan oleh Malaysia. Pulau diambil begitu saja semudah membalik telapak kaki, bahkan dalam masalah Ambalat pun presiden SBY tak pernah punya komentar apa-apa. Sekarang saya percaya kita selama ini hanya dipimpin presiden fiktif, karena pulau-pulau hilang begitu saja, tanpa ada perang apapun juga. Pulau-pulau itu tidak fiktif, presiden! "Democrashit is nothing but suxxx!" Ostaf Al Mustafa
Pada 17 April 2009 23:22, Silih AW <[email protected]> menulis: > > > Dear alls, > Seandainya KOMPAS menulis judul dibawah dengan "Shell Penyebab Hilangnya > Ambalat" apakah kira-kira ada ya reaksi dari masyarakat Indonesia terhadap > Shell di Indonesia? > Maaf kalau ada cross posting, karena saya lihat berita ini bisa dari > beberapa aspek, seperti Marketing (yang mungkin membuat kita enggan membeli > bensin di Shell), atau Public Relations (yang membuat citra Shell jadi > turun), atau bahkan dari sisi psikologis (ternyata kita tertipu dengan > perusahaan global seperti Shell). > Salam, > > Silih Agung > ================================== > > Dalam Kepungan Kapitalisme Global Jumat, 17 April 2009 | 02:51 WIB > > Dengan contoh kasus yang berbeda, Des Alwisalah satu tokoh yang ikut > berperan dalam proses normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia > pascakonfrontasi antarkedua negara tahun 1960-anjuga mengingatkan > adanya politik adu domba gaya baru dari pihak ketiga, yang kini > melibatkan kekuatan kapitalisme global. Oleh karena itu, kata dia, > kekuatan-kekuatan modal asinglewat tangan-tangan pemegang > kekuasaanyang ingin mengeruk kekayaan yang tersimpan di kawasan ini > harus selalu diwaspadai. > Dalam kasus blok Ambalat, misalnya, > kekuatan kapitalisme global jelas terlibat. Sebab, kata Des Alwi, > sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di kawasan kaya potensi > minyak dan terumbu karang > tersebut, yang nyaris menimbulkan konfrontasi jilid II antarakedua > negara, sesungguhnya tak lain akibat ulah Inggris. > Demi keinginan sebuah perusahaan raksasa perminyakan yang berniat > mendapatkan konsesi di sana, Inggris semula mendekati Indonesia. Pihak > Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup menentang keras keinginan > tersebut. Keberatan itu terutama mengingat daerah di sekitar blok > Ambalat memiliki kekayaan sumber daya hayati yang tak ternilai dengan > ragam terumbu karang dan ekosistemnya yang luar biasa. > Gagal bernegosiasi dengan Indonesia, > Malaysia pun di-kilik-kilik. Entah bagaimana prosesnya, sampai pada > satu ketika diketahui adanya aktivitas pencarian sumur minyak lepas > pantai oleh Shell di kawasan blok Ambalat. > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan http://kompas.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
